Bahas AI dengan Cara Santai, Dua Mahasiswa Unila Raih Juara Podcast Internasional Berbahasa Prancis
INDOZONE.ID - Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung (Unila), Michelle Sasha Sidabalok dan Timotius Widiyanto, berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi podcast internasional Concours du Podcast pada ajang La Semaine Française, yang diselenggarakan oleh Cyberfrançais BEMP Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat tema “La langue française, l’IA, et l’empathie: former les apprenants mondiaux de demain” yang membahas hubungan antara bahasa Prancis, artificial intelligence (AI), dan empati dalam membentuk pembelajar global masa depan.
Melalui format podcast, mereka mencoba mengemas isu teknologi dan pendidikan menjadi obrolan yang ringan, santai, namun tetap relevan bagi generasi muda.
Menurut Sasha, podcast menjadi media yang efektif untuk menyampaikan gagasan edukatif karena pendengar dapat memahami topik serius tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal yang kaku.
Dalam karya tersebut, keduanya mengangkat isu bagaimana perkembangan AI tetap perlu diimbangi dengan nilai kemanusiaan dan empati, khususnya dalam proses pembelajaran bahasa asing di era digital.
Mereka juga menilai bahwa dunia digital saat ini membuka peluang besar bagi siapa saja untuk menyampaikan ide tanpa terhalang batas apapun.
“Di dunia digital, yang membedakan adalah seberapa autentik ide tersebut disampaikan. Kuncinya adalah keberanian untuk menyampaikan perspektif yang segar sehingga pendengar merasa terhubung hanya lewat suara,” tuturnya.
Kompetisi ini diikuti oleh berbagai mahasiswa dari kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), hingga Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Baca juga: Tari "Hulubalang" Bawa Mahasiswa Unila Sabet Runner Up Ajang Internasional di Singapura
Meski harus bersaing dengan banyak peserta dari universitas besar, kedua delegasi Unila berhasil menunjukkan kualitas mereka hingga meraih posisi tiga besar.
Sasha mengaku pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses panjang, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba hal baru di luar zona nyaman.
Ia juga menyebut kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga karena ajang La Semaine Française turut dihadiri sejumlah duta besar dan perwakilan internasional.
Sebagai penutup, Sasha turut memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba peluang baru dan berani keluar dari zona nyaman.
Baca juga: Dosen UNJ Ubah Jilbab Bekas Jadi Gantungan Tas, Gandeng Komunitas Perempuan Malaysia
“Kalau pun nantinya kamu gagal, ingatlah itu bukan akhir dari segalanya, itu bagian dari proses, bagian dari perjalanan. Dan jangan lupa bahwa hidup yang tidak pernah diperjuangkan, tidak akan pernah dimenangkan. Merci beaucoup, et bon courage!” pungkasnya.
Melalui prestasi ini, Unila berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berinovasi dan membawa karya mereka hingga tingkat internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unila.ac.id