Jumat, 12 JUNI 2026 • 09:57 WIB

Kisah Inspiratif Ristiana Artanti, Masuk UGM dan Dapat Beasiswa 100 Persen

Author

Ristiana Artanti bersama kedua orang tuanya (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Ristiana Artanti, gadis 19 tahun asal Karangsari, Kulon Progo, membuktikan kerja keras dan prestasi dapat membuka jalan menuju kampus impian, Universitas Gadjah Mada (UGM),

Risti merupakan mahasiswi baru di program studi Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM

Baca juga: Angkat Isu TBC di Lingkungan Kerja, Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi di UGM Public Health Hackathon 2026

Ia lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sebuah jalur masuk tanpa tes khusus untuk siswa-siswi berprestasi.

Keberuntungannya berlipat ganda karena ia juga ditetapkan sebagai penerima beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen. Jadi, ia tidak perlu membayar biaya uang kuliah tunggal (UKT) selama menempuh pendidikan di UGM.

“Kalau soal perasaan, jujur, saya bingung dan masih belum percaya Tuhan memberi kesempatan yang benar-benar saya gak bakal kira bakal bisa masuk di Universitas Gadjah Mada,” ungkap Risti.

Perjuangan di Tengah Keterbatasan 

Keberhasilan Risti tidak didapatkan dengan mudah. Ia tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang cukup sulit.

Ayahnya, Rubikan, bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu. Jika sedang ada proyek, beliau bisa membawa pulang uang sekitar Rp90.000 hingga Rp100.000 per hari.

Namun, jika tidak ada pekerjaan proyek, ia terpaksa menggali batu putih di depan rumahnya untuk dijual. Pekerjaan fisik yang berat ini memakan waktu hingga sepekan hanya untuk memenuhi satu bak truk

Sementara sang ibu, Winarni, adalah seorang ibu rumah tangga yang dulunya pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Winarni mengenang masa-masa sulit saat ia harus tetap bekerja meski sedang hamil besar hingga usia kandungan tujuh bulan.

Bahkan, saat Risti masih balita, Winarni sering membawanya ikut bekerja ke rumah majikan agar tetap bisa mengasuhnya. 

Baca juga: Dies Natalis ke-18 Vokasi UI, Mahasiswa Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Prestasi di Sekolah 

Meskipun hidup dalam kesederhanaan, Risti tidak pernah patah semangat. Selama bersekolah di SMA 1 Wates, ia dikenal sebagai siswa yang disiplin dan cerdas.

Tak hanya menonjol di bidang akademik, Risti juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler marching band.

Bersama timnya, ia meraih berbagai penghargaan, termasuk menjadi juara umum di tingkat kabupaten hingga juara pertama di tingkat provinsi.

“Saya selalu disiplin membagikan waktu agar kegiatan ekstra tidak mengganggu akademik,” jelasnya.

Kedisiplinan tersebut membuatnya mampu mempertahankan nilai rapor tetap tinggi di tengah jadwal kegiatan nonakademik yang padat. 

Baca juga: Campus Tour IPB Ubah Waktu Tunggu UTBK Jadi Pengalaman Edukatif

Harapan dan Cita-Cita 

Keberhasilan Risti menjadi sumber kebahagiaan bagi kedua orang tuanya yang hanya lulusan SD dan SMP.

Winarni, sambil meneteskan air mata haru, mengungkapkan bahwa ia ingin anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dan tidak perlu merasakan kesulitan yang sama seperti dirinya.

“Saya gak mengira kalau anak saya bisa masuk UGM, padahal orang tuanya gak sekolah, tapi anaknya bisa sekolah,” lirihnya.

Setelah lulus nanti, Risti memiliki impian ingin mengabdikan ilmunya di bidang kesehatan, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Ia membayangkan dirinya bekerja di puskesmas atau rumah sakit pelosok untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Kisah Risti menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dengan tekad yang kuat, mimpi setinggi apa pun dapat diwujudkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU