INDOZONE.ID - Bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada awal tahun 2026 meninggalkan bekas mendalam, tidak hanya pada infrastruktur tetapi juga pada kondisi psikologis anak-anak sekolah.
Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan program pemulihan khusus pada 20 Mei 2026.
Baca juga: UNS Resmi Kerja Sama dengan Kampus Top Tiongkok, Ada Program Pertukaran Mahasiswa
Kegiatan yang berfokus pada edukasi sains dan dukungan psikososial ini dilaksanakan di dua sekolah, yakni SDN Karya Bakti dan MTs Al-Amin di Desa Pasirlangu.
Sekitar 80 siswa bersama guru-guru pendamping menyambut antusias kehadiran para dosen dan mahasiswa ITB. Mereka membawa misi membangkitkan kembali semangat belajar melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan.
Eksperimen Sains yang Menginspirasi
Dalam sesi pembelajaran sains, para ahli dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB mengajak siswa bermain dengan ilmu pengetahuan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah.
Di bidang kimia, para siswa diajak mempraktikkan cara membuat balon hidrogen, menulis pesan rahasia dengan prinsip asam-basa, hingga membuat simulasi gunung berapi yang Meletus.
Selain itu, siswa diperkenalkan pada keajaiban alam melalui tanaman seperti kol ungu dan bunga sepatu, yang bisa berubah warna saat terkena cairan asam atau basa.
Eksperimen ini bertujuan membuktikan bahwa belajar ilmu pengetahuan tidak harus mahal dan bisa dilakukan dengan alat sederhana di lingkungan sekolah mereka sendiri.
Tidak kalah seru, sesi fisika bertajuk “Menjadi Orang 'Sakti' karena Fisika” juga berhasil memukau para peserta.
Para instruktur mendemonstrasikan bagaimana listrik statis bisa menggerakkan sedotan tanpa disentuh, serta bagaimana perbedaan tekanan udara dapat menyedot air ke dalam gelas.
Melalui cara ini, ITB berharap minat siswa terhadap bidang sains meningkat sekaligus memberikan hiburan edukatif di masa pemulihan pasca-musibah.
Baca juga: ITB Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Pangan Bergizi Lewat Teknologi Apartemen Ayam
Terapi Psikososial Lewat Permainan
Selain aspek kognitif, ITB sangat memperhatikan kesehatan mental siswa. Tim dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB memperkenalkan metode pemulihan psikososial melalui media permainan papan atau boardgame.
Terdapat tiga jenis permainan yang digunakan, yaitu Mathstory, Jaganima, dan Cats in The Rugs. Permainan-permainan ini bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen untuk melatih ketangkasan berhitung, meningkatkan konsentrasi, serta memicu interaksi sosial yang sehat antar-teman sebaya.
Dengan bermain bersama, diharapkan rasa percaya diri dan kerja sama tim para siswa kembali tumbuh setelah sempat terganggu akibat trauma bencana.
Baca juga: Tak Hanya Belajar di Kelas, Ratusan Mahasiswa UB Dilatih Tanggap Darurat dan Mitigasi Bencana
Dukungan Berkelanjutan untuk Masa Depan
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, tim ITB menghibahkan modul-modul percobaan, buku cerita, serta set boardgame tersebut kepada pihak sekolah. Jadi, berbagai barang tersebut dapat terus digunakan sebagai media pembelajaran kreatif.
Perwakilan Camat Cisarua, Witarsa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang dilaksanakan.
Ia berharap agar dukungan dari institusi pendidikan, seperti ITB, dapat berlanjut guna memastikan anak-anak di wilayah terdampak tetap memiliki motivasi untuk mengejar cita-cita mereka.
Program ini merupakan wujud dari kontribusi multidisiplin ITB yang memadukan keahlian sains, seni, dan kepedulian kemanusiaan demi kemaslahatan masyarakat.
Pihak sekolah juga merasa sangat terbantu dengan adanya metode baru, yang membuat suasana sekolah menjadi lebih ceria dan dinamis di tengah proses rehabilitasi wilayah mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id