Kamis, 18 JUNI 2026 • 13:17 WIB

Anak Tukang Kayu Raih IPK 4,00: Rifki Unsoed Bukti Kerja Keras Bisa Taklukkan Keterbatasan

Author

Rifki Romadhan (unsoed.ac.id)

INDOZONE.ID – Rifki Romadhan, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menyandang gelar sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Prestasi membanggakan ini diraihnya di tengah latar belakang keluarga yang sangat sederhana, di mana sang ayah bekerja sebagai tukang kayu dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Baca juga: Sempat Minder karena Tertinggal, Bitha Justru Jadi Wisudawan Terbaik dari Fakultas Vokasi Unesa dengan IPK 3,96

Perjalanan Rifki dalam menempuh pendidikan tinggi penuh dengan tantangan. Pada awal perkuliahan, ia sempat mencoba mendaftar beasiswa KIP Kuliah, tapi keberuntungan belum berpihak kepadanya.

Meski demikian, kegagalan tidak membuatnya patah semangat. Ia justru makin termotivasi untuk mencari alternatif bantuan pendidikan lain agar tetap bisa melanjutkan studinya di Program Studi Ekonomi Pembangunan.

“Sejak awal saya menyadari bahwa orang tua harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Justru karena berasal dari keluarga sederhana, saya menjadi lebih menghargai setiap kesempatan yang diberikan dan berusaha memaksimalkan setiap peluang yang ada untuk terus berkembang,” tuturnya.

Ketertarikannya pada bidang ekonomi sudah tumbuh sejak masa SMK. Ia gemar mempelajari isu-isu terkait kebijakan bank sentral dan dampaknya terhadap stabilitas nasional.

Semangat belajar yang tinggi, membawanya hingga ke bangku kuliah. Selama masa studinya, tantangan terbesar bagi Rifki adalah membagi waktu antara kegiatan akademik dan berbagai aktivitas kompetisi.

Baca juga: Sempat Vakum Bertahun-tahun, Mahasiswi UMY Ini Kembali Berprestasi di Kompetisi Panjat Tebing

Kunci suksesnya sederhana, ia selalu fokus mendengarkan penjelasan dosen di kelas agar proses belajar mandiri di rumah menjadi lebih efektif.

Selain di kelas, Rifki juga aktif mengukir prestasi di luar kampus. Tercatat, ia berhasil menyabet 15 penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi tersebut mengantarkannya lulus melalui jalur tugas akhir non-skripsi berbasis prestasi internasional.

Ini menjadikan Rifki sebagai satu-satunya mahasiswa di angkatannya yang menempuh jalur kelulusan istimewa tersebut.

Di balik kesuksesannya, ia selalu menekankan pentingnya dukungan keluarga. Baginya, sang ayah adalah teladan dalam kerja keras. Tak kalah penting, sang ibu merupakan sumber kekuatan melalui doa-doa yang tidak pernah putus. 

Baca juga: Keren! Mahasiswa UGM Raih 5 Prestasi Sekaligus di Global Youth Innovation Summit Singapura-Malaysia

Ia memegang teguh prinsip hidup "Wong bejo kalah karo wong sing gelem nyambut gawe", yang berarti keberuntungan akan selalu kalah oleh mereka yang mau bekerja keras dan terus berusaha.

“Saya mengetahui bahwa IPK saya mencapai 4,00 reaksi pertama saya tentu merasa sangat bersyukur dan lega. Bagi saya, angka tersebut bukan sekadar hasil akademik, melainkan representasi dari proses panjang yang telah saya jalani selama kuliah,” ungkapnya.

Kisah Rifki Romadhan membuktikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar, asalkan memiliki kemauan kuat untuk terus berjuang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unsoed.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU