Selasa, 23 JUNI 2026 • 13:10 WIB

Inovasi Mahasiswa UNY, Quiche Lorraine Bergizi Tinggi untuk Lawan Anemia Remaja Putri

Author

Quiche Lorraine karya mahasiswa UNY (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan terobosan kuliner yang menggabungkan kelezatan makanan modern dengan kebutuhan nutrisi harian.

Mau'idhatun Nashuha, dari program studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik UNY, berhasil mengembangkan Quiche Lorraine yang telah dimodifikasi menjadi sumber zat besi bagi remaja putri.

Baca juga: ITB Gelar Akulturasa 2026: Sulap Kampus Ganesha Jadi Ruang Kolaborasi Riset, Kuliner, dan Budaya

Berawal dari Keluhan di Asrama 

Ide inovatif ini muncul dari pengamatan pribadi Mau'idhatun ketika masih mengenyam pendidikan di sekolah berasrama (boarding school).

Saat itu, para siswi secara rutin diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) satu minggu sekali sebagai langkah pencegahan anemia.

Sayangnya, banyak siswi yang enggan mengonsumsinya karena aroma dan rasa TTD yang dianggap mirip besi, sehingga memicu rasa mual dan menurunkan tingkat kepatuhan konsumsi.

Selain masalah suplemen, Mau'idhatun juga menyoroti pola makan di asrama yang cenderung monoton.

Menu sayuran seperti bayam dan wortel dari dapur umum sering tidak dihabiskan oleh para siswa, padahal kedua bahan tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Dari pengalaman tersebut saya terinspirasi untuk mengembangkan produk makanan fungsional yang tidak hanya tinggi zat besi, tetapi juga memiliki karakteristik rasa, aroma, dan tekstur yang disukai remaja, khususnya remaja putri,” jelasnya. 

Mau’idhatun Nashuha (uny.ac.id)

Baca juga: Tindak Lanjuti Bahaya Brain Rot, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Remaja Karang Taruna Dusun Kauman Diskusi Santai

Rahasia Nutrisi dalam Setiap Gigitan 

Produk yang dikembangkan Mau'idhatun mengambil basis resep klasik asal Prancis, namun dibuat dengan sentuhan bahan lokal yang bergizi tinggi.

Inovasinya terletak pada penggunaan puree (bubur halus) wortel dan bayam. Kombinasi kedua sayuran tersebut dipilih karena kaya akan zat besi, vitamin, serta antioksidan yang efektif untuk mencegah anemia.

“Sementara itu, teknik pengolahan dalam bentuk quiche diharapkan dapat meningkatkan daya terima remaja terhadap sayuran yang selama ini kurang disukai,” ungkapnya.

Untuk membuat kulit pie (pie crust), Mau'idhatun menggunakan campuran 120 gram tepung terigu protein sedang, 30 gram puree wortel, 100 gram mentega, dan setengah butir telur.

Sementara isian quiche terdiri dari bahan-bahan berkualitas seperti 100 gram bayam, 25 gram jamur kuping, 35 ml puree wortel, 140 ml susu cair, serta 87 gram keju.

Agar rasanya semakin gurih dan disukai lidah remaja, ia juga menambahkan dua butir telur serta bumbu rempah seperti lada, pala bubuk, dan kaldu. 

Baca juga: Dies Natalis ke-18 Vokasi UI, Mahasiswa Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Proses Pembuatan yang Teliti 

Proses pengolahannya pun dilakukan dengan teknik khusus untuk menjaga kualitas tekstur dan rasa.

Pertama, bahan kulit dicampur dan dicetak dengan teknik crimping pada pinggirannya sebelum dipanggang awal (blind bake) selama 15 menit pada suhu 175°C.

Sembari menunggu kulit siap, isian dibuat dengan menumis bayam dan jamur kuping hingga layu, lalu dicampur dengan adonan cair dari susu, telur, dan sari wortel.

Setelah kulit matang, isian tersebut dituangkan dan dipanggang kembali selama 25 menit hingga matang sempurna.

Ke depannya, quiche kaya zat besi diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diproduksi secara lebih luas sebagai alternatif makanan sehat di kantin-kantin sekolah maupun di tengah masyarakat umum.

Dengan mengubah persepsi remaja terhadap sayuran dan zat besi, inovasi ini menjadi langkah kreatif dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan bebas anemia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU