INDOZONE.ID - Memasuki semester akhir, mahasiswa akan dihadapi dengan satu tahapan besar, yaitu skripsi. Di fase ini, kamu harus menentukan arah penelitian yang akan digarap hingga selesai nanti.
Sebelum benar-benar masuk ke proses bimbingan skripsi, dosen pembimbing biasanya akan meminta mahasiswanya terlebih dahulu untuk mengajukan topik.
Dari sini, dosen bisa menilai apakah topik yang akan kamu angkat tersebut, layak dilanjutkan menjadi penelitian atau perlu disesuaikan kembali.
Kalau kamu masih bingung harus memulai dari mana, berikut tips menentukan topik skripsi yang tepat agar proses bimbingan jadi lebih terarah
Baca juga: Inovasi Mahasiswa UNY, Quiche Lorraine Bergizi Tinggi untuk Lawan Anemia Remaja Putri
6 Tips Menentukan Topik Skripsi dengan Tepat
1. Sesuaikan dengan Minat dan Ketertarikan Pribadi
Hal paling dasar dalam memilih topik skripsi adalah menyesuaikannya dengan minat sendiri.
Topik yang sesuai dengan ketertarikan akan membuat kamu lebih semangat dalam menjalanin proses penulisan skripsi, walaupun dihadang berbagai krikil-krikil kecil.
2. Ketersediaan Data dan Referensi
Sebelum menentukan topik, pastikan terlebih dahulu data dan referensi yang kamu butuhkan mudah untuk dicari. Topik menarik tidak akan berjalan lancar jika sumber pendukung seperti jurnal, literatur, atau data lapangan sangat minim.
Baca juga: Cultural Majesty: 122 Mahasiswa Unesa Tampilkan Pesona Budaya dalam Balutan Tata Rias Modern
3. Kesesuaian dengan Bidang Studi
Topik skripsi juga harus relevan dengan jurusan yang sedang ditempuh. Hal ini penting agar penelitian tetap berada dalam jalur keilmuan yang dipelajari selama kuliah.
Jika terlalu jauh dari bidang studi, biasanya topik akan sulit disetujui oleh dosen pembimbing dan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
4. Ketersediaan Dosen Pembimbing
Selain menentukan topik, kamu juga perlu mempertimbangkan siapa dosen yang akan membimbing.
Biasanya, dosen pembimbing memiliki keahlian yang disesuaikan dengan topik pilihanmu. Hal tersebut berguna agar proses bimbingan nanti berjalan lebih efektif.
Baca juga: Bukan Hanya soal Nilai! Kenali Perbedaan Prestasi Akademik dan Prestasi Non-Akademik
5. Batasan Waktu dan Ruang Lingkup
Topik skripsi sebaiknya tidak terlalu luas agar lebih mudah dikerjakan. Cakupan penelitian yang terlalu besar, justru bisa membuat analisis nanti menjadi tidak fokus dan melebar ke hal tidak penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umn.ac.id