Peningkatan Kapasitas Komunikasi Pemasaran dan Kewirausahaan Digital Berbasis AI di SMKN 14 Bandung
INDOZONE.ID - Industri batik kini memasuki babak baru di tangan generasi muda yang sudah siap untuk melanjutkan pemberdayaannya. Guna menjembatani warisan budaya luhur dan teknologi modern, lokakarya “Batikpreneur For Generation.” digelar.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Haris Annisari Indah NR, S.I.Kom., M.I.Kom selaku Ketua Pelaksana, dengan didukung oleh Tim Dosen yang terdiri dari Dr. Rana Akbari Fitriawan, M.Si dan Amanda Bunga Gracia, B.A., M.A, serta Nanda Priatna sebagai Tim Tenaga Kependidikan.
Dalam lokakarya ini, Ibu Haris Annisari Indah Nur Rochimah, M.I.Kom selaku narasumber untuk memberikan materi yang akan fokus pada peningkatan keterampilan digital marketing bagi generasi muda, dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Melalui tema “Peningkatan Skill Digital Marketing dengan AI untuk Generasi Batik Masa Kini.”, program ini hadir sebagai respons atas tantangan berbagai hal yang sudah didigitalisasi di tengah persaingan global makin ketat.
Penguasaan teknik digital dan AI merupakan langkah utama agar hasil karya siswa-siswi SMKN 14 Bandung dapat tersampaikan dengan baik. Ini disampaikan dalam sambutan dari kepala sekolah SMKN 14 Bandung, Bapak Dr. R. Dudi Rudiatna, S.Pd., S.ST.
Sejalan dengan itu, Dr. Rana Akbari Fitriawan, M.Si sebagai perwakilan tim pengajar, menekankan adaptasi teknologi ini untuk kelangsungan budaya. Bagaimanapun, Generasi muda sekarang memiliki kesempatan besar untuk mempromosikan batik ke tingkat global.
“Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dalam merancang strategi komunikasi pemasaran, siswa-siswi tidak hanya menjadi pengrajin yang terampil, tetapi juga menjadi wirausahawan digital (Batikpreneur) yang cerdas dan mampu mengidentifikasi peluang pasar global,” kata Dr. Rana Akbari Fitriawan.
Pemaparan materi membahas bagaimana menjual hasil karya melalui cerita, untuk menarik perhatian pasar terhadap sebuah produk.
Cerita menarik ini akan menunjukkan kisah di balik pembuatan karya yang menampilkan nilai dari karya para siswa SMKN 14 Bandung.
“Bukan hanya sekedar produk yang ditunjukkan, tetapi juga cerita dibalik hasil karya yang dibuat sepenuh hati.” ungkap ibu Haris Annisari.
Selain itu, para siswa diberi kesempatan untuk praktik bersama dalam membuat cerita dari hasil karya masing-masing sebelum menjualnya dengan memanfaatkan teknologi digital. Sebu saja, penggunaan AI untuk mencari ide atau pembuatan storyline yang dikembangkan oleh para siswa.
Praktik dilakukan dengan sangat efisien, para siswa dibagi ke beberapa kelompok, mencari nama dari produk, lalu hasilnya dapat didiskusikan kembali sebelum dijadikan konten yang berkesinambungan dengan “Batikpreneur For Generation.”
Melalui integrasi AI, para generasi muda dapat menjual produk sendiri dengan menunjukkan nilainya ke pasaran secara maksimal.
Program atau lokakarya ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda inovatif, yang dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mengembangkan strategi penjualan hasil karya mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung