Rabu, 01 JULI 2026 • 11:35 WIB

Singgah Berkarya, Epilog Creative UMM Ajak Gen Z Tuangkan Cerita Pribadi di Rumah Budaya Ratna

Author

Fasilitator Mind Daze menjelaskan konsep dasar zine kepada peserta Singgah Berkarya. (Epilog Creative UMM) 

INDOZONE.ID - Rumah budaya tak lagi sekadar tempat membaca atau diskusi serius. Lewat kegiatan Singgah Berkarya, Rumah Budaya Ratna berubah menjadi ruang ekspresi yang hidup, penuh cerita, dan dekat dengan dunia anak muda. 

Kegiatan bertajuk “Singgah Berkarya: Zine Making Workshop” ini digagas oleh Epilog Creative Universitas Muhammadiyah Malang dan berkolaborasi dengan Mind Daze

Workshop ini mengajak peserta mayoritas generasi muda untuk menuangkan perasaan, pengalaman, dan sudut pandang personal mereka ke dalam bentuk zine.

Sejak awal kegiatan, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar zine oleh fasilitator dari Mind Daze. 

Baca juga: Mahasiswa UMM Kenalkan Rumah Budaya Ratna Lewat Aktivasi RBR SINGGAH di MCC

Zine dijelaskan sebagai media ekspresi independen yang bebas, personal, dan tidak terikat aturan baku. Peserta diajak memahami bahwa zine bukan soal bagus atau tidaknya karya, melainkan soal kejujuran dan keberanian bercerita.

Setelah sesi pengantar, peserta mulai masuk ke proses berkarya. Mereka menyusun konsep zine berdasarkan apa yang sedang dirasakan mulai dari keresahan, pengalaman personal, hingga hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Suasana workshop terasa santai, penuh diskusi, dan kolaboratif, membuat peserta bebas berekspresi tanpa tekanan.

Baca juga: Telkom University Gelar Pelatihan Generative AI bagi Karang Taruna Gumuruh

Proses pembuatan zine ini menjadi inti dari pengalaman Singgah Berkarya. Buku, yang selama ini identik dengan sesuatu yang formal, dihadirkan dalam bentuk zine yang lebih cair dan dekat dengan dunia Gen Z. Setiap karya menjadi refleksi unik dari masing-masing peserta, menunjukkan bahwa literasi bisa hadir dalam banyak bentuk.

Melalui Singgah Berkarya, Epilog Creative ingin menghadirkan pengalaman berkesenian yang relevan dengan generasi muda, sekaligus memperkenalkan Rumah Budaya Ratna sebagai ruang kreatif yang terbuka dan inklusif. 

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari praktik nyata mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dalam mata kuliah Public Relations 3 dengan tema brand activation.

Baca juga: Festival Dolanan Ditutup Prosesi Lentera Dalu yang Penuh Makna dan Kebersamaan

Workshop ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya proses berkarya sekaligus merayakan keberagaman ekspresi yang tercipta. Singgah Berkarya membuktikan bahwa ruang budaya masih sangat relevan selama mampu beradaptasi dan memberi ruang bagi suara anak muda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU