Selasa, 07 JULI 2026 • 10:35 WIB

Bukan Pameran Batik Biasa, Swara Lintang Hadirkan Pengalaman Budaya yang Interaktif dan Seru

Author

  Salah satu kegiatan di event Swara Lintang. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Praktikum Public Relations 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang menggelar brand activation bertajuk Swara Lintang di Warung Kasemo, Kabupaten Malang, bekerja sama dengan Batik Lintang Malang, Minggu (28/6/2026).

Acara ini bukan sekadar pameran batik biasa. Konsepnya menggabungkan edukasi, interaksi langsung, hiburan, sampai fashion show dalam satu rangkaian, sehingga pengunjung tidak cuma menonton tapi juga ikut merasakan proses di baliknya.

Rangkaian acara dibuka lewat sesi Gelar Lintang, semacam game interaktif yang mengajak pengunjung terjun langsung ke dunia membatik. 

Baca juga: Perkuat Kolaborasi Akademik Global, UNAIR Kembangkan Dual Degree Berbasis Industri

Lewat permainan Canting Estafet yang diiringi musik, para peserta terpilih diminta membuat goresan atau simbol sederhana di atas kain menggunakan canting sebagai wujud ide kreatif mereka.

Menariknya, goresan-goresan itu kemudian "diterjemahkan" oleh pengrajin Batik Lintang Malang menjadi konsep motif batik baru, lengkap dengan filosofi di baliknya. 

Setelah itu, barulah pengrajin mendemonstrasikan proses membatik secara langsung di depan pengunjung.

Suasana makin cair saat Desi Afrika hadir dan ikut ngobrol santai bersama pembawa acara, pengrajin, dan peserta selama proses membatik berlangsung. 

Baca juga: Kisah Alumnus UNAIR, Muhammad Rahmad Royan Mendunia lewat Penelitian

Obrolan seputar teknik canting, proses lahirnya motif, sampai makna di balik setiap karya batik ini membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan budaya membatik itu sendiri.

Selanjutnya, acara berlanjut ke sesi Wastra Lintang, sebuah cultural runway experience yang menampilkan koleksi-koleksi Batik Lintang Malang. 

Koleksi ini diperagakan oleh Putri Kampus Universitas Muhammadiyah Malang bersama sejumlah mahasiswa lainnya.

Setiap penampilan di catwalk juga dibarengi narasi yang menjelaskan filosofi motif, inspirasi desain, hingga karakter dari masing-masing koleksi. 

Baca juga: Pemkot Depok Buka 200 Kuota Beasiswa Maung 2026, Biayai Kuliah hingga 8 Semester

Jadi, pengunjung bukan cuma melihat model berjalan, tapi juga paham cerita di balik setiap kain yang dikenakan.

Puncak acara semakin meriah ketika Desi Afrika tampil membawakan koleksi Batik Lintang Malang, dilanjutkan dengan penampilan dance Brazil bersama para model. 

Momen ini sukses mencuri perhatian pengunjung, yang terlihat dari padatnya area acara dan antusiasme warga Malang yang menonton dari berbagai sudut lokasi.

Selain rangkaian utama, Swara Lintang juga menyediakan liam area pengalaman budaya yang bisa dikunjungi kapan saja, yaitu Gelar Lintang (Performance Art Experience), Wastra Lintang (Cultural Runaway Experience), Pamedhar Lintang, Ruang Gaya Lintang, dan Rona Lintang. 

Baca juga: Founder Kelas FFY Raih Innovation Challenge Winner di France Alumni Day 2026

Pengunjung bebas mendatangi area-area ini sebelum acara dimulai, saat jeda, maupun setelah sesi utama selesai. 

Setelah sesi Gelar Lintang dan Wastra Lintang selesai, lanjut ke tiga sesi yaitu Pamedhar Lintang, Ruang Gaya Lintang, dan Rona Lintang. 

Di sini, pengunjung bisa melihat langsung koleksi Batik Lintang Malang, mencoba busana batik di area Try & Style, berfoto di photobooth, sampai memindai QR code yang mengarahkan ke website resmi Batik Lintang Malang untuk info lebih lengkap soal profil dan produk mereka.

Semua rangkaian aktivitas ini dikemas dalam konsep Stamp Challenge, di mana pengunjung mengumpulkan stamp di setiap area sebagai tanda bahwa mereka sudah menuntaskan "perjalanan" mengenal Batik Lintang Malang secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU