INDOZONE.ID - Sudah mengirim puluhan lamaran tapi belum ada satupun yang dipanggil interview? Bisa jadi masalahnya bukan pada kurangnya kualifikasi, melainkan teknis yang sebenarnya bisa dihindari.
Berikut 6 kesalahan fatal namun umum yang sering membuat lamaran kerja berakhir diabaikan oleh HRD.
1.Format CV Tidak Ramah ATS
Banyak perusahaan besar kini menyaring CV secara otomatis menggunakan Applicant Tracking System (ATS) sebelum benar-benar dibaca manusia.
CV dengan desain terlalu rumit, banyak elemen grafis, tabel bertumpuk, atau disimpan dalam format gambar (bukan teks) sering gagal terbaca sistem, sehingga otomatis tersingkir meski kualifikasi pelamar sebenarnya memenuhi syarat.
Baca juga: Sering Diabaikan, Ini Tips Mencantumkan Pengalaman Organisasi di CV yang Benar
2. Subjek Email Dikosongkan atau Asal-Asalan
Mengirim lamaran dengan subjek email kosong, atau hanya bertuliskan "Lamaran Kerja" tanpa detail apapun, membuat email mudah tertumpuk dan sulit ditemukan di antara ratusan lamaran lain yang masuk ke HRD.
Tulis subjek email secara spesifik, misalnya format "Lamaran – [Posisi] – [Nama Lengkap]", sesuai instruksi yang biasanya sudah tercantum di lowongan.
3. Kualifikasi Tidak Sesuai dengan Posisi
Mengirim lamaran secara massal ke berbagai posisi tanpa menyesuaikan kualifikasi adalah kesalahan klasik. Ketika HRD melihat CV yang generik dan tidak relevan dengan kebutuhan posisi yang dilamar, kemungkinan besar lamaran akan langsung dilewati.
4. Tidak Melampirkan Surat Pengantar (Cover Letter)
Banyak pelamar hanya mengirim CV tanpa cover letter atau body email yang menjelaskan alasan melamar dan nilai tambah yang bisa ditawarkan.
Padahal, cover letter singkat bisa menjadi first impression yang membedakan pelamar dari kandidat lain dengan kualifikasi serupa.
Sertakan cover letter singkat (3-4 paragraf) yang menjelaskan motivasi melamar, relevansi pengalaman, dan kontribusi yang bisa diberikan.
5. Kesalahan Penulisan dan Informasi Kontak
Salah menyebut nama perusahaan (misalnya masih menyebut nama perusahaan lain karena lupa mengubah template), atau nomor telepon dan email yang sudah tidak aktif.
Membuat HRD kesulitan atau enggan menghubungi balik meski CV sebenarnya menarik.Selalu proofread ulang sebelum mengirim, dan pastikan setiap detail kontak dalam kondisi aktif dan bisa dihubungi.
6. Mengirim ke Alamat atau Platform yang Salah
Beberapa pelamar mengirim lamaran ke email pribadi HRD alih-alih alamat resmi perusahaan, atau melamar lewat platform yang sebenarnya sudah tidak dipantau lagi oleh tim rekrutmen.
Selalu cek kembali sumber lowongan resmi, baik melalui situs karier perusahaan maupun platform pencarian kerja yang terverifikasi.
Baca juga: 5 Tips Membuat CV untuk Fresh Graduate Tanpa Pengalaman, Peluang Keterima Kerja Auto Naik!
Tidak direspons bukan selalu berarti kualifikasi pelamar kurang memadai. Sering kali, faktor teknis sederhana seperti format CV, kesalahan penulisan, atau kelalaian administratif justru menjadi penyebab utama lamaran gagal dilirik HRD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: LinkedIn, JobStreet, Dealls