Sabtu, 25 JULI 2026 • 16:52 WIB

Beasiswa Buka Peluang Perempuan Indonesia Jadi Generasi Peneliti

Author

Ilustrasi peneliti perempuan. (Magnific)

INDOZONE.ID – Peningkatan jumlah peneliti perempuan di Indonesia, akan jadi kabar baik bagi Indonesia. Tapi, bagaimana cara menambah jumlah peneliti perempuan di Indonesia?

Membuka kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi merupakan cara untuk menelurkan para peneliti perempuan di Indonesia.

Program beasiswa untuk mendorong peningkatan jumlah peneliti perempuan di Indonesia. (Pers rilis)

Program beasiswa merupakan salah satu cara untuk memperluas akses menempuh pendidikan tinggi, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Karena turut fokus pada peningkatan jumlah peneliti perempuan di Indonesia, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk kembali menggelar Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers (D-STAR) 2026. 

Baca juga: Pemkot Depok Buka 200 Kuota Beasiswa Maung 2026, Biayai Kuliah hingga 8 Semester

Pada penyelenggaraan tahun ketiga ini, beasiswa mencakup pendanaan riset, pelatihan kepemimpinan, hingga akses ke praktisi industri.

Pengumuman program dilakukan di Jakarta pada 24 Juli 2026, bertepatan dengan 50 tahun perjalanan Darya-Varia di Indonesia.

Beasiswa utama senilai Rp30.000.000. Selain itu, Darya-Varia menambah dua kategori baru di setiap universitas mitra, yakni D-STAR Achievement Scholarship senilai Rp5.000.000 dan D-STAR Appreciation Scholarship senilai Rp5.000.000.

Riset AI dan Perempuan

Salah satu tema dalam D-STAR 2026 adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebab, ada kesenjangan penggunaan AI antara laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan data Harvard Business School dan Lean In, laki-laki menggunakan AI generatif secara rutin sekitar 16–22 persen lebih tinggi ketimbang perempuan.

Di industri teknologi, perempuan juga baru mengisi sekitar 26 persen posisi spesialis AI. Angka ini cukup kecil, tapi juga menunjukkan seberapa besar peluang yang bisa dimanfaatkan para perempuan Indonesia di bidang teknologi dan riset.

Percepatan perkembangan AI selaras dengan peningkatan kebutuhan terhadap peneliti, yang punya kemampuan untuk menghubungkan teknologi dengan dunia kesehatan. Itu menjadi salah satu alasan mengapa tema tersebut dipilih tahun ini.

"Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga penting bagi dunia akademik dan industri untuk bersama-sama menciptakan lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan memimpin," ujar dr. Ian Kloer, Presiden Direktur PT Darya-Varia, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).

Kolaborasi Kampus Bertambah

Program D-STAR 2026 kini melibatkan lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Pancasila yang bergabung sebagai mitra baru pada tahun ini.

Baca juga: Kisah Inspiratif Ristiana Artanti, Masuk UGM dan Dapat Beasiswa 100 Persen

Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, S.Farm., M.Si., Seminariat Ikatan Apoteker Indonesia dan Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, menilai sinergi tersebut dapat memperkuat ekosistem riset nasional.

"Tantangan utama yang dihadapi oleh peneliti perempuan bukan pada kemampuan akademik, tetapi bagaimana menghadirkan ekosistem yang mampu mendukung mereka untuk berkembang menjadi peneliti maupun pemimpin di sektor kesehatan," tegas Prof. Ilma.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU