INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) bersama masyarakat Desa Cisarua, Purwakarta, membangun insinerator permanen di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) desa, pada 17 Juli 2026.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program kerja bidang lingkungan yang diusung Kelompok 37 KKN Unsika selama masa pengabdian di Desa Cisarua.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.
Selama ini, sampah rumah tangga di Desa Cisarua kerap dibakar langsung di lahan terbuka tanpa alat yang memadai. Sampah yang terkumpul di TPS umumnya juga diperlakukan serupa.
Baca juga: Autobase Kampus, Mading Digital yang Terasa Lebih Berkuasa
Praktik ini menimbulkan asap yang mengganggu, berpotensi mencemari udara, dan berisiko menyulut kebakaran di area sekitar permukiman.
Volume sampah yang dibakar pun cenderung banyak karena tidak ada fasilitas pembakaran yang representatif di TPS desa.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif merancang insinerator yang lebih aman dan terkontrol, agar proses pembakaran sampah tidak lagi dilakukan sembarangan.
Pembangunan insinerator dilakukan secara gotong royong, melibatkan mahasiswa KKN, perangkat desa, serta warga setempat, mulai dari survei lokasi, penyusunan material, hingga proses penyelesaian bangunan.
Baca juga: Beasiswa Buka Peluang Perempuan Indonesia Jadi Generasi Peneliti
Seluruh tahapan dikerjakan dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Desain insinerator dibuat secara permanen menggunakan bahan baku utama hebel (bata ringan) sehingga lebih kokoh dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pihak BUMDes dan perangkat Desa Cisarua menyambut positif program ini. Program insinerator tidak hanya dilihat sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah sembarangan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai bagian unit usaha BUMDes ke depannya.
Mahasiswa KKN Kelompok 37 juga berharap fasilitas ini dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga dan BUMDes setelah masa KKN berakhir.
Baca juga: Dosen Ini Curiga Mahasiswanya Pakai AI untuk Curang Pas Ujian
“Kami berharap insinerator ini dapat terus dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat dan BUMDes. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi warga dalam jangka Panjang,” ujar Erlinda, anggota KKN Kelompok 37 Unsika dari Program Studi Teknik Lingkungan yang menjadi penanggung jawab program tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan