Acara literasi digital oleh Harmoni Movement dan Gamais Mengabdi
INDOZONE.ID - purplesec.us
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Gamais Mengabdi, serta mengangkat tema “Sinergi Mahasiswa dalam Membangun Desa Industri Berkelanjutan”. Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB lewat Bantuan Data Pengabdian pada masyarakat.
Secara umum, warga Kampung Batu Lonceng bekerja sebagai peternak sapi dan pekebun kopi. Ternyata, wilayah ini memang sering digunakan sebagai lokasi penelitian bagi mahasiswa dari dalam bahkan luar negeri.
Hadirnya mahasiswa ITB ini juga berkeinginan untuk merubah citra kampung ini, sebagai kampus wisata dan penelitian.
“Desa ini punya sejarah keterlibatan akademik yang cukup dalam. Kami ingin menjadikan kampung ini bukan hanya sebagai lokasi pengabdian jangka pendek, tapi juga desa binaan jangka panjang,” ujar Ketua Harmoni Movement Haikal.
Baca juga: Perdayakan Limbah Jadi Bermanfaat: Mahasiswa KKN UNAIR Ubah Janggel Jagung Jadi Tepung
Selama program pengabdian, Harmoni Movement dan Gamais memiliki berbagai macam program. Selama lima hari, Harmoni Movement menjalankan empat program.
Infrastruktur: Pembangunan gapura Batu Lonceng yang menunjukkan sebagai desa industri.
Promosi Digital: Tim Harmoni Movement membuat video profil kampung guna meningkatkan visibilitas digital, sehingga bisa lebih menarik.
Baca juga: Momen Seorang Mahasiswa Menangis Terharu Usai Sidang Skripsi, Netizen: Kamu Hebat Bang!
Peningkatan Sumber Daya Manusia: Diadakannya pelatihan literasi digital serta desain canva bagi remaja. Selain itu, ada program edukatif untuk anak-anak berbasis budaya dan teknologi.
Pengelolaan Lingkungan: Implementasi biopori di 10 rumah warga buat jadi solusi sampah organik serta konservasi air.
Baca juga: Menggali Jejak Histori Kopi Cap Tugu Juang: Dari Akar Kopi hingga Budaya Minum di Pulosari Pemalang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id