Halaman depan Fakultas Teknik UGM (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Selama ini kamu pasti sudah gak asing dengan program studi (prodi) seperti Ilmu Komunikasi, Hukum, Kedokteran, hingga Teknik Mesin. Prodi tersebut banyak tersedia di berbagai kampus di Indonesia.
Tapi tau gak, ternyata ada juga prodi yang tersedia cuma di satu kampus di seluruh Indonesia. Salah satu prodi nya yaitu Program Sarjana Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Sejarah prodi S1 Teknik Nuklir ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya. Berawal dari inisiasi kerja sama UGM-BATAN, pada tahun 1978, Jurusan Teknik Nuklir UGM berdiri.
Baca juga: Kupas Teknik Mind Palace ala Nadia CoC Season 2, Peserta dengan Hafalan Super Kuat
Pada periode 1981/1982, prodi S1 Teknik Nuklir diadakan FT UGM lewat proyek perintis 1. Selanjutnya, pada tahun 2001, namanya berubah jadi jurusan Teknik Fisika.
Terakhir, pada tahun 2016 hingga saat ini, nama yang digunakan adalah Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika. (DTNTF).
Baca juga: IPB University dan National University of Singapore Perkuat Kolaborasi Riset Sistem Pangan
Lulusan program studi Sarjana Teknik Nuklir, pastinya memiliki profil yang telah dirumuskan sejalan dengan visi misi prodi. Dalam hal ini, para lulusan Teknik Nuklir, diharapkan mampu berkarya untuk kebutuhan masyarakat lewat kompetensi ketekniknukliran dan keteknikan.
Bukan cuma itu, lulusan Teknik Nuklir juga diharuskan untuk mampu berkomunikasi efektif di lingkungan lintas disiplin. Selain itu, menerapkan tata nilai, etika, serta standar profesi.
Terakhir, lulusan Teknik Nuklir juga harus selalu mengembangkan kompetensi diri. Hal ini bertujuan untuk terus memiliki kemampuan untuk berinovasi, intelektual, hingga bisa beradaptasi dalam berbagai tantangan.
Program studi Teknik memiliki macam-macam bidang keahlian. Bidang tersebut meliputi, aplikasi teknologi nuklir dalam pembangkitan daya, aplikasi isotop dan radiasi di industri.
Baca juga: Mahasiswa Perlu Lakukan Ini untuk Atasi Mata Lelah Akibat Terlalu Lama di Depan Laptop
Selain itu, ada juga aplikasi yang mendukung radiologi klinik (radiodiagnostik dan radioterapi). Selama proses pembelajaran, para mahasiswa bakal diarahkan untuk terus mengembangkan diri sesuai dengan profesi yang dipilih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id, Tf.ugm.ac.id, Utbk.id