Mahasiswa KKN Undip Bersama Warga Bandarharjo (Arbain/Z Creators)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim KKN 143 Kelompok 4 menggelar penyuluhan pencegahan dan penanganan stunting di Kelurahan Bandarharjo, Semarang. Kegiatan ini menyasar ibu balita dan para kader posyandu, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran akan pentingnya mencegah stunting demi masa depan anak yang sehat dan cerdas.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Dampaknya tidak hanya membuat tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya, tetapi juga berisiko menghambat perkembangan otak dan kemampuan kognitif. Kondisi ini dapat berpengaruh pada prestasi belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup di masa depan.
Penyuluhan untuk cegah stunting. (Arbain/Z Creators)
Dalam penyuluhan, mahasiswa menghadirkan tiga fokus utama. Pertama, edukasi gizi untuk ibu balita mengenai pemberian makan yang tepat pada bayi dan anak, mulai dari inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, hingga MP-ASI yang sesuai prinsip gizi seimbang. Kedua, psikoedukasi tentang dampak psikologis stunting, pentingnya pola asuh positif dan kolaboratif antara orang tua, serta strategi pencegahan dari sisi psikologis. Ketiga, pemaparan program pemerintah Kota Semarang terkait pencegahan dan penanganan stunting, agar orang tua mengetahui dukungan yang tersedia untuk membantu tumbuh kembang anak secara optimal.
Tidak hanya menyasar para ibu, kegiatan ini juga membekali kader posyandu dengan pemahaman mendalam mengenai peran mereka sebagai penggerak utama di masyarakat. Materi disampaikan dengan mengacu pada Pergub No. 34 Tahun 2019 dan Perwal No. 45 Tahun 2023, sehingga para kader dapat menjadi garda terdepan dalam menekan angka stunting di wilayahnya.
Dengan kombinasi edukasi gizi, pola asuh yang tepat, serta penguatan peran kader, Tim KKN 143 Kelompok 4 UNDIP berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan angka stunting di Kelurahan Bandarharjo bisa terus ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan