Pelaksanaan Program sosisal Kemasyarakatan Desinfektan Sederhana dan EcoFish (Arbain/Z Creators)
INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Tematik 143 Universitas Diponegoro (UNDIP) Kelompok 6 di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, sukses menggelar program kemasyarakatan inovatif untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan memberdayakan keluarga.
Kegiatan ini berlangsung di RW 02 Kampung Tematik dan dihadiri para kader PKK dari RT 1 hingga RT 15 yang berperan sebagai jembatan informasi bagi warga. Tiga program utama yang diusung adalah Akuaponik Galon, Sterilisasi Mandiri dengan Desinfektan Sederhana, dan EcoFish.
Pada 27 Juli 2025, program “Akuaponik Galon: Solusi Pertanian Tanpa Lahan Berbasis Daur Ulang” menarik antusiasme tinggi dari peserta. Ide ini lahir dari keterbatasan lahan di RW 02 serta banyaknya galon bekas yang terbuang. Mahasiswa dari Program Studi Agroekoteknologi memperkenalkan sistem akuaponik yang memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam wadah galon bekas dengan media tanam kapas.
Peserta tak hanya mendapat edukasi dan demonstrasi langsung, tetapi juga dibekali benih sayur kangkung dan bibit ikan lele. Metode ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus sumber pangan segar bagi keluarga.
Pelaksanaan Program Sosial Kemasyarakatan Akuaponik Galon (Arbain/Z Creators)
Sehari sebelumnya, pada 26 Juli 2025, mahasiswa dari Program Studi Peternakan mengajarkan cara membuat desinfektan sederhana berbahan cairan pemutih. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan produksi ikan asap dan kandang ternak, khususnya di Kampung Mangut.
Desinfektan yang dibuat dibagikan kepada para peternak dan pemilik usaha ikan asap, lengkap dengan stiker panduan penggunaan. Salah satu peserta, pemilik usaha ikan asap, mengaku terbantu,“Ini sangat berguna. Saya mau renovasi tempat produksi ikan asap, dan rencananya juga akan ternak ayam di belakang. Desinfektan ini bisa saya pakai sesuai tutorial yang ada.”
Masih pada hari yang sama, mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan memperkenalkan “EcoFish”, inovasi pengolahan limbah ikan dan buah busuk menjadi eco-enzyme cair yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pembersih alami.
Program ini hadir untuk mengatasi permasalahan limbah ikan dan selokan kotor di Kampung Mangut. Ibu-ibu PKK menjadi sasaran utama pelatihan, agar pengetahuan ini dapat menyebar ke seluruh warga.
Ketiga program inovasi ini mendapat respon positif dari warga. Peserta mengaku senang karena bisa mulai bertani tanpa harus memiliki lahan luas, menjaga kebersihan lingkungan produksi, serta memanfaatkan limbah menjadi produk bermanfaat.
Secara keseluruhan, program KKN Tematik 143 UNDIP Kelompok 6 ini dinilai sukses. Warga RW 02 menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan dan berharap inovasi-inovasi ini dapat berlanjut demi lingkungan yang lebih sehat dan berdaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan