Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 17:52 WIB

Kisah Trinh Phuong Quan, Mahasiswa Vietnam Lolos Beasiswa S2 di Stanford University dengan IPK 2.99

Kisah Trinh Phuong Quan, Mahasiswa Vietnam Lolos Beasiswa S2 di Stanford University dengan IPK 2.99Stanford University (fsi.stanford.edu)

INDOZONE.ID - Banyak orang beranggapan, bahwa dengan IPK di bawah 3,00, kuliah di Stanford University hanya sebatas mimpi. Namun kisah Trinh Phuong Quan, mahasiswa asal Vietnam, justru membuktikan sebaliknya.

Quan, lulusan Sarjana Universitas Arsitektur Ho Chi Minh City (HCMC) Vietnam, berhasil lulus dengan IPK 2,99. Meski nilainya tak terlalu tinggi, ia meraih beasiswa 50 persen untuk melanjutkan studi magister di Stanford University, salah satu kampus paling bergengsi di dunia.

Baca juga: Dari IPK 2,69 Menjadi Asisten Profesor: Kisah Bagus Muljadi yang Mengubah Paradigma Dunia Akademik

Salah satu faktor penentunya adalah kebijakan Stanford yang menghapus syarat tes GRE (Graduate Record Examination).

GRE adalah tes standar internasional untuk masuk program pascasarjana, mencakup kemampuan bahasa, matematika, dan menulis analitis. Karena syarat ini ditiadakan, Quan cukup melengkapi tiga dokumen utama:

  • Transkrip nilai;
  • Statement of Purpose (SoP);
  • Sertifikat bahasa Inggris.

Baca juga: 5 Cara Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan Mudah dan Gratis, Dijamin Lolos

Sejak lulus sarjana, Quan sudah mempersiapkan diri untuk menempuh S2 di Stanford dengan jalur beasiswa. 

Ia mengambil program Magister Desain Berkelanjutan di National University of Singapore (NUS) sebagai langkah strategis. Gelar tambahan ini sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat aplikasinya ke Stanford University.

Dalam esainya, Quan secara terbuka menjelaskan bahwa IPK rendahnya disebabkan perubahan sistem akademik pada 2009 dan kurang fokus saat awal kuliah. 

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Ini! Tips Ampuh Lolos Esai Beasiswa Anti Ditolak

Namun, alih-alih menutupinya, justru kejujuran menjadi kekuatan dan nilai plus dalam penulisan SoP. Di sana, ia mendeskripsikan dengan jelas:

  • Siapa dirinya;
  • Apa tujuan akademiknya;
  • serta mengapa studi di Stanford penting bagi masa depannya.

Kiat-kiat ini ia dapatkan berkat konsistensinya mengikuti seminar beasiswa yang rutin digelar Stanford University. Selain itu, ia melampirkan transkrip nilai S2 dari NUS dan 10 penghargaan di bidang desain arsitektur sebagai bukti prestasi akademik.

Hasilnya, pada 2023, Quan resmi menyelesaikan studi magister di bidang Teknik Sipil dan Lingkungan di Stanford University.

Kisahnya tidak mengajarkan IPK tidak penting, tapi sebaliknya. Ia membuktikan IPK bukan satu-satunya pengukur kemampuan mahasiswa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@anakteknikindo

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Trinh Phuong Quan, Mahasiswa Vietnam Lolos Beasiswa S2 di Stanford University dengan IPK 2.99

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!