Tim Gamantaray UGM (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Kalau biasanya weekend rame sama konser musik atau festival kuliner, kali ini Surabaya jadi tuan rumah ajang yang gak kalah seru.
Semarak Mahasiswa Perkapalan (SAMPAN) 2025. Ini merupakan arena adu gengsi inovasi maritim mahasiswa se Indonesia. Dari ajang ini, tim Gamantaray Universitas Gadjah Mada (UGM) pulang gak cuma dengan piala, tapi juga validasi atas sistem kerja yang rapi, konsisten, dan kolaboratif.
Baca juga: Selamat! Mahasiswa ITB Olah Kulit Jeruk Jadi Bioinsektisida, Juara ISPC 2025
Di nomor NASDARC Boat Race Competition (BRC), unit GAMANAVE bikin gebrakan dengan keluar sebagai juara pertama. Mereka harus bikin prototipe kapal robotik kecil yang bisa ngebut, tapi tetap stabil di lintasan air.
Tantangannya dimulai dari desain lambung harus pas, sistem kontrol gak boleh ngaco, dan komponen elektronik wajib responsif. Itu semua dilakukan supaya kapal bisa meluncur mulus, cepat, dan presisi.
Sementara itu, di kategori Sampan Maritime Competition (SMC), tim NAVITERRA sukses masuk Top 5 besar nasional.
Walau gak naik podium, prestasi ini tetap spesial karena SMC butuh paket lengkap mulai dari desain, dokumentasi, sampai performa di arena. Artinya, mereka gak cuma jago bikin, tapi juga jago mikirin detail dari awal sampai akhir.
Di balik kemenangan, ada pola kerja yang jadi kunci. Gamantaray menerapkan kaderisasi bertahap, mulai dari mahasiswa magang belajar dasar-dasar perkapalan dan robotika, lalu naik ke divisi teknis seperti mekanik, elektronik, hingga kontrol.
Dengan sistem ini, regenerasi jalan lancar, proyek gak pernah berhenti di tengah, dan ilmu bisa diwariskan ke adik tingkat.
Selain itu, dosen pendamping hadir gak cuma jadi pengawas, tapi benar-benar co engineer. Mereka ikut turun tangan kalau ada masalah teknis, sambil jaga standar keselamatan kerja di bengkel.
Nama-nama di balik GAMANAVE dan NAVITERRA juga nunjukkin pentingnya kolaborasi lintas prodi. Ada yang dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknologi Rekayasa Internet, bahkan Elektronika dan Instrumentasi.
Kapal robotik emang butuh semua itu dari urusan struktur kapal, listrik, kontrol navigasi, sampai coding.
Baca juga: Selamat! Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Esai Nasional Bikin Karya Solar Tracker
Kalau ditarik ke tahun sebelumnya, Gamantaray juga udah pernah juara. Tahun ini mereka mengulang kesuksesan, ini jadi bukti kalau pola kerja yang mereka jalani benar-benar efektif. Mulai dari uji coba, catat kegagalan, perbaikan, sampai pengujian ulang, semua dilakukan detail.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id