Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 19:00 WIB

Curhat ke AI Jadi Tren, Pakar IPB Peringatkan Dampaknya untuk Mahasiswa

Curhat ke AI Jadi Tren, Pakar IPB Peringatkan Dampaknya untuk MahasiswaIlustrasi mahasiswa menggunakan AI untu berbagai hal (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak aktivitas, banyak pula cerita. Kadang buat mahasiswa, dapat teman yang benar-benar cocok di kampus itu butuh proses “cocok-cocokan”. Ketimbang curhat ke orang tua, dosen, atau bahkan teman sendiri, banyak yang merasa justru lebih nyaman cerita ke AI.

Alasan Utama Memilih "Teman Virtual"

Alasannya cukup masuk akal. AI dianggap netral, nggak menghakimi cerita, dan selalu siap sedia 24 jam sehari. Bahkan ada AI seperti “yes man” yang selalu mengafirmasi pernyataan penggunanya.

Baca juga: Nggak Suka Jogging? Ketawa Bisa Jadi Olahraga Ringan buat Mahasiswa

Bagi mahasiswa yang butuh tempat meluapkan perasaan tanpa dihakimi, chatbot terasa lebih aman. Rasanya mirip punya teman virtual yang setia mendengarkan tanpa batas waktu.

Dua Risiko Besar Mengandalkan AI untuk Curhat

Meski tampak praktis, menurut Dr. Yulina Eva Riany dari IPB, ada beberapa risiko serius yang perlu dicatat:

  • Masalah Privasi Data

Data yang ditulis ke AI bisa tersimpan di server penyedia layanan dan rawan disalahgunakan atau dieksploitasi. Apalagi curhat emosional sering melibatkan informasi pribadi yang sensitif.

Baca juga: IPB University, Kampus Pelopor Pengoptimalan Pemetaan Bakat Berbasis AI

  • Ketergantungan dan Penurunan Skill Sosial

Kalau terlalu terbiasa curhat ke AI, kita jadi kurang terlatih menghadapi komunikasi nyata dengan orang lain. Dampak terburuknya, keterampilan sosial seperti empati, membaca ekspresi, atau sekadar ngobrol tatap muka bisa menurun drastis.

Cara Kembali Membangun Komunikasi Nyata

Lalu bagaimana melepas kebiasaan ini dan kembali membangun komunikasi yang sehat? Orang tua dan sekolah punya peran penting.

Orang tua perlu belajar jadi pendengar yang nggak gampang nge-judge dan menciptakan ruang aman bagi anak untuk bicara.

Baca juga: Pimred Indozone Soroti Tantangan Media di Era Sosmed dan AI di Depan Mahasiswa Universitas Moestopo

Sementara sekolah bisa mulai memasukkan literasi digital dan emosional ke dalam kurikulum. Peran peer support alias dukungan dari teman sebaya juga bisa jadi alternatif sehat.

Di satu sisi, AI membawa banyak manfaat mulai dari brainstorming, olah data, nugas, sampai cari hal-hal sepele. Tapi jangan sampai kehilangan kemampuan interaksi langsung dengan sesama manusia. Gunakan AI dengan bijak dan lindungi informasi pribadimu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Curhat ke AI Jadi Tren, Pakar IPB Peringatkan Dampaknya untuk Mahasiswa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!