Ilustrasi mahasiswa menggunakan AI untu berbagai hal (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak aktivitas, banyak pula cerita. Kadang buat mahasiswa, dapat teman yang benar-benar cocok di kampus itu butuh proses “cocok-cocokan”. Ketimbang curhat ke orang tua, dosen, atau bahkan teman sendiri, banyak yang merasa justru lebih nyaman cerita ke AI.
Alasannya cukup masuk akal. AI dianggap netral, nggak menghakimi cerita, dan selalu siap sedia 24 jam sehari. Bahkan ada AI seperti “yes man” yang selalu mengafirmasi pernyataan penggunanya.
Baca juga: Nggak Suka Jogging? Ketawa Bisa Jadi Olahraga Ringan buat Mahasiswa
Bagi mahasiswa yang butuh tempat meluapkan perasaan tanpa dihakimi, chatbot terasa lebih aman. Rasanya mirip punya teman virtual yang setia mendengarkan tanpa batas waktu.
Meski tampak praktis, menurut Dr. Yulina Eva Riany dari IPB, ada beberapa risiko serius yang perlu dicatat:
Data yang ditulis ke AI bisa tersimpan di server penyedia layanan dan rawan disalahgunakan atau dieksploitasi. Apalagi curhat emosional sering melibatkan informasi pribadi yang sensitif.
Baca juga: IPB University, Kampus Pelopor Pengoptimalan Pemetaan Bakat Berbasis AI
Kalau terlalu terbiasa curhat ke AI, kita jadi kurang terlatih menghadapi komunikasi nyata dengan orang lain. Dampak terburuknya, keterampilan sosial seperti empati, membaca ekspresi, atau sekadar ngobrol tatap muka bisa menurun drastis.
Lalu bagaimana melepas kebiasaan ini dan kembali membangun komunikasi yang sehat? Orang tua dan sekolah punya peran penting.
Orang tua perlu belajar jadi pendengar yang nggak gampang nge-judge dan menciptakan ruang aman bagi anak untuk bicara.
Baca juga: Pimred Indozone Soroti Tantangan Media di Era Sosmed dan AI di Depan Mahasiswa Universitas Moestopo
Sementara sekolah bisa mulai memasukkan literasi digital dan emosional ke dalam kurikulum. Peran peer support alias dukungan dari teman sebaya juga bisa jadi alternatif sehat.
Di satu sisi, AI membawa banyak manfaat mulai dari brainstorming, olah data, nugas, sampai cari hal-hal sepele. Tapi jangan sampai kehilangan kemampuan interaksi langsung dengan sesama manusia. Gunakan AI dengan bijak dan lindungi informasi pribadimu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id