Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 15:40 WIB

Pimred Indozone Soroti Tantangan Media di Era Sosmed dan AI di Depan Mahasiswa Universitas Moestopo

Pimred Indozone Soroti Tantangan Media di Era Sosmed dan AI di Depan Mahasiswa Universitas MoestopoPimpinan Redaksi Indozone Fahmy Fotaleno (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)

INDOZONE.ID - Pimpinan Redaksi Indozone, Fahmy Fotaleno, mengungkapkan bahwa dunia jurnalisme saat ini menghadapi tantangan dan dilema dalam produksinya.

Ia menyebut bahwa hasil karya jurnalisme yang diharapkan bisa bermanfaat, tapi justru kalah dengan berita-berita sensasional.

“Jurnalisme mengalami dilema ketika produksi harapannya bermanfaat tapi justru berita ecek-ecek atau sensasional yang diinginkan masyarakat,” ujarnya.

Hal ini diutarakan Fahmy Fotaleno di depan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam acara Z Creators Goes to Campus, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Sabet Emas di Ajang WICE 2025 di Malaysia, Ciptakan Alat Deteksi CTS

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Fino tersebut mengungkapkan bahwa media-media di Indonesia mulai turun atau jarang dilirik dari tahun 2015. Hal ini disebabkan karena sosial media sedang booming dan influencer bermunculan.

“Tahun 2015 media sudah mulai turun karena sosial media booming dan influencer mulai banyak, jurnalisme masuk masa sulit,” pungkasnya.

Ia juga menyinggung mengenai pembaca koran, yang di masanya sering sekali digunakan untuk mencari informasi terkini. Namun, saat ini orang sudah meninggalkan itu semua dan beralih ke digital.

“Dulu masih ada waktu buat baca koran, tapi sekarang udah gak ada, jadi jangkauan berkurang,” tegas Fino.

Baca juga: Robot Canggih Karya Mahasiswa UNESA, Bisa Deteksi Korban Bencana Secara Otomatis

Media Harus Bisa Menyesuaikan Zaman

Fino juga mengatakan bahwa saat ini media-media yang gak mengedepankan sisi soal media justru lebih banyak diminati oleh para Gen Z. Menurutnya, Gen Z sekarang itu lebih mau yang simpel-simpel aja. 

“Kenapa bisa Gen Z lebih percaya info dari akun seperti dagelan lambe turah, karena Gen Z lebih pengen yang simpel aja,” ucap Fino.

“Maka bagaimana media bisa menjangkau itu, itulah kenapa Indozone mengubah gayanya. Untuk apa? Biar kalian baca, gak bisa cuma mengandalkan website doang,” sambungnya.

Baca juga: 5 Skill Marketing yang Bisa Bikin Mahasiswa Survive di Alice in Borderland

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pimred Indozone Soroti Tantangan Media di Era Sosmed dan AI di Depan Mahasiswa Universitas Moestopo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!