Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 16:29 WIB

CEO Indozone Ungkap Strategi Bisnis Media di Era AI di Hadapan Mahasiswa UIN Jakarta

CEO Indozone Ungkap Strategi Bisnis Media di Era AI di Hadapan Mahasiswa UIN JakartaRiel Tasmaya, CEO Indozone Media dalam kuliah umum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (INDOZONE/Sufaira Thoibah)

INDOZONE.ID - Dunia media banyak berubah dari media konvensional. Bukan lagi meninggalkan jejak tinta di atas jari, tapi tinggal swipe dan pilih berita apa yang kamu cari (niche).

Media dengan banyak teks kini harus membungkus informasi secara kreatif agar sampai ke pembaca. Terutama dengan memanfaatkan media multiplatform dan hadirnya AI, misalnya konten audio visual dengan karakter kucing generate AI.

Baca juga: Pemred Indozone Kupas Tantangan Jurnalisme AI di Indonesia Punya Kamu Goes to Campus Trisakti

Hal ini disampaikan langsung oleh Riel Tasmaya, CEO Indozone Media, dalam kuliah umum bertajuk "Bisnis Media di Era Digital: Strategi Bisnis dan Realitas Fenomenologi” di Ruang Teater Lt. 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (14/10/2025).

Hadir bersamanya Pemimpin Redaksi (Pemred) Indozone, Fahmy Fotaleno. Riel membagikan pengalaman dan strategi membangun media yang mampu bertahan di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan perilaku audiens.

Baca juga: Pimred Indozone Soroti Tantangan Media di Era Sosmed dan AI di Depan Mahasiswa Universitas Moestopo

Menurutnya, media kini tak lagi hanya dimiliki perusahaan besar. Tren homeless media sudah meluas karena siapa pun yang memiliki media sosial bisa membangun medianya sendiri.

Lalu, apa yang membedakannya? Perbedaannya terletak pada bagaimana media itu digambarkan.

Sekarang, siapa pun bisa membuat media. Barrier to entry sangat rendah. Tapi yang membedakan satu media dengan yang lain adalah persona, diferensiasi, dan nilai atau etika,” ujar Riel.

Ia juga menyoroti pergeseran pola konsumsi berita audiens yang kini lebih mengerucut pada hal-hal yang diminati. Ditambah dengan rentannya generasi muda terhadap kejenuhan, membuat media berlomba-lomba menciptakan konten yang ringan dan interaktif.

Semua konten kini bersifat interaktif dan lintas platform. Bahkan ada unsur gamification-nya. Durasi atensi pengguna juga makin pendek, makanya konten harus semakin menarik dan efisien,” lanjutnya.

Artinya, konten harus pendek, ringan, cepat, relevan dengan audiens, dan dikemas dalam bentuk audio visual.

Baca juga: Mahasiswa Perlu Tahu Perkembangan Industri Media Saat Ini, Unisba Berharap Kerja Sama dengan Indozone Terus Berlanjut

Riel juga memaparkan bahwa media Indozone kini memiliki lebih dari 19 juta pengikut lintas platform dengan total 400 juta tayangan setiap bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan, Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

CEO Indozone Ungkap Strategi Bisnis Media di Era AI di Hadapan Mahasiswa UIN Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!