INDOZONE.ID - Saat ini, beberapa fakultas di Universitas Indonesia seperti FMIPA, FK, FKM, FFarmasi, Fasilkom, FISIP, dan FPsikologi, dan Vokasi sedang diadakan pemilihan dekan baru.
Proses seleksi sudah masuk ke tahap asupan publik dan pemasaran visi dan misi. Tahapan ini bakal berlangsung hingga 13 November 2025.
Pihak internal maupun eksternal bisa berpartisipasi langsung di tahap asupan para calon dekan tersebut. Tahapan ini juga untuk membuktikan adanya transparansi selama proses pemilihan berlangsung.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengimbau supaya proses pemilihan bisa bebas dari praktek politik maupun intervensi pihak tertentu. Ia negesin kalau dekan itu bukan jabatan politik, tapi amanah akademik.
“Kampus ya harus bebas intervensi dan memang harus mencerminkan jiwa-jiwa akademik. Itu yang harus ditekankan,” kata Trubus.
Menurutnya, jika kampus negeri terjerumus pada politik praktis dan intervensi itu sangat aneh, apalagi ketika pemilihan dekan.
Baca juga: GLOBIS University Resmikan Indonesia Hub, Upaya Ekspansi Akses Pendidikan Bisnis
“Kalau ada intervensi dan intrik tingkat sekelas kampus dan fakultas menurut saya aneh. Harusnya kan bagaimana dia bisa mengembangkan kampus ke depan dengan menjaga nilai-nilai yang dijunjung di kampus UI ,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Universitas Indonesia harus memegang teguh sebagai tempat intelektual untuk melahirkan gagasan dan ide besar, bukan jadi sarang kepentingan politik tertentu. Trubus negesin apabila kampus jadi ruang politik praktis, mahasiswa, dosen, dan masyarakatlah yang bakal rugi.
“Kalau itu sampai terjadi, maka ujung-ujungnya akan menular kemana-mana. Jadi acuan nanti kampus-kampus negeri lainnya, akhirnya kaya gitu semua,” katanya.
Baca juga: Bingung Urgensi Penelitian? Ini 3 Cara Simpel Pahami Dasar Riset biar Gak Cuma Sekadar Judul Keren
Terakhir, Trubus mengajak semua pihak buat jadikan pemilihan dekan sebagai momentum memperkuat tradisi akademik di UI.
“UI harus menunjukkan teladan dalam menjaga integritas akademik, memilih pemimpin fakultas yang visioner, dan memastikan universitas tetap berdiri sebagai mercusuar ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release