Ilustrasi mahsiswa Korea sedang belajar (Freepik)
INDOZONE.ID – Mahasiswa Korea Selatan dikenal cerdas karena sistem Pendidikan yang diterapkannya.
Hal ini tentu sudah menjadi rahasia umum, mengingat sistem Pendidikan mereka cukup ketat.
Berikut adalah 5 fakta mengenai smengenai sistem pendidikan di Korea Selatan:
Baca juga: 4 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang Cocok Jadi Latar Drama Korea, Mana Aja Nih?
Tahun ajaran baru di Korea dimulai pada bulan Maret. Semester pertama berlangsung dari bulan Maret sampai pertengahan Juli, sementara semester kedua dimulai akhir bulan Agustus saampai pertengahan Februari.
Ada tiga periode libur, yaitu liburan musim panas (berlaku sejak pertengahan juli sampai akhir Agustus), liburan musim dingin (berlaku akhir Desember hingga awal Februari, libur pendek (dari pertengahan Februari hingga awal Maret.
Baca juga: Dari Duta UNJ Hingga Pekerja BRI: Jejak Sukses Syifa Dalam 4 Tahun Kuliah
Kurikulum resmi yang digunakan disusun oleh organisasi yang dikenal sebagai Korea Institute of Curriculum and Evaluation (KICE).
Organisasi ini bertugas merancang kurikulum, mengembangkan metode evaluasi, dan melaksanakan penelitian.
KICE menekankan pembekalan kompetensi peserta didik dengan kesiapan pengetahuan dan keterampilan.
Baca juga: SOP dan Evaluasi 360 Derajat: Cara Baru Mahasiswa UNDIP Benahi BUMDes Dadi Mukti Gentan
Pemerintah Korea Selatan menerapkan program wajib belajar Sembilan tahun, dari jenjang SD-SMP. Khusus sekolah negeri, program diberikan secara gratis.
Usai tamat SMP, peserta didik bebas memilih untuk melanjutkan, antara sekolah umum atau kejuruan. Namun, biaya Pendidikan setelah lulus SMP menjadi tanggung jawab pribadi.
Baca juga: Bangga! Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Resmi Dibuka di Universitas Al-Azhar Kairo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Remfm.unnes.ac.id