Wisudawati UGM Sania Nadlirotullubba (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Salah satu wisudawati Universitas Gadjah Mada (UGM), Sania Nadlirotullubba, menyita perhatian setelah berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dari program S1 Ilmu Komputer.
Wisuda berlangsung pada Selasa 25 November 2025 di gedung Grha Sabha Pramana. Perolehan ini jauh di atas rata-rata IPK lulusan periode yang sama, yaitu 3,51 dari total 1.729 lulusan.
Baca juga: Kisah Armaya Doremi Gagal TOEFL 7 Kali Hingga Menjadi Lulusan Terbaik di Northeastern University
Padahal, ketika pertama kali masuk kampus, Sania mengaku tidak memiliki ketertarikan khusus pada komputer. Ia awalnya mengambil jurusan tersebut atas dorongan keluarga, setelah mempertimbangkan bahwa Ilmu Komputer lebih relevan dengan kecintaannya pada matematika.
“Karena kan di dunia komputer masih ada matematikanya, jadi aku memutuskan masuk prodi Ilmu Komputer,” jelas sania seperti yang dilansir dari laman resmi UGM pada (2/12/2025).
Perjalanan Sania tentu aja gak selalu mulus. Di tengah penulisan tugas akhir, rencana awalnya untuk mendalami keamanan informasi dan kriptografi berubah. Hal ini lantaran ia diterima magang di instansi pemerintahan, sehingga waktu dan fokusnya terbagi.
Demi menjaga kualitas penelitian, ia memutuskan mengganti topik ke algoritma dan simulasi tsunami sebuah bidang yang sama sekali baru dan menantang.
Meski demikian, Sania justru menganggap tantangan itu sebagai berkah. Ia harus mendalami konsep persamaan gelombang dan mempelajari cara gelombang merambat materi yang bahkan tidak diajarkan secara mendetail di kampus.
Menurut Sania, kunci keberhasilannya terletak pada konsistensi mencatat setiap materi kuliah, rajin membaca ulang catatan, serta manajemen waktu yang disiplin.
Saat magang, fokus penuh di waktu kerja, sore dan malam digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik. Lingkungan belajar yang suportif dan dosen yang mendampingi jadi bonus penting dalam perjalanan akademiknya.
Kini, dengan gelar di tangan, Sania berharap bisa berbagi ilmu terutama soal teknologi, kecerdasan buatan, dan pendekatan riset berbasis teknologi. Mengajar menjadi impiannya selanjutnya, sebagai cara memperluas dampak positif dari apa yang telah dipelajarinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id