Rahmat Putra Yudha (Instagram/@yudha_english
INDOZONE.ID - Berawal dari kegagalan berkali-kali, perjalanan hidup Rahmat Putra Yudha menunjukkan kalau ketekunan bisa mengantarkan mimpi ke realita.
Sosok guru dari Pontianak ini sempat ditolak beasiswa luar negeri sebanyak 118 kali, tapi kemudian berhasil meraih beasiswa dari LPDP untuk program S2 di luar negeri.
Baca juga: Kisah Sania Nadlirotullubba: Lulusan Ilmu Komputer UGM dengan IPK Tertinggi 2025
Yudha memulai perjalanan studinya pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Di tengah masa kuliah, ia pun menjalani pekerjaan sambilan sebagai tukang parkir saat SMA hingga kuliah, demi menopang biaya hidup.
Setelah lulus pada 2007, ia kemudian menjadi guru dan diangkat sebagai PNS pada 2009. Tetapi ambisinya untuk melanjutkan studi ke luar negeri gak pernah padam.
Sejak 2007, Yudha terus mendaftar beasiswa dan sering kandas di tahap wawancara. “Saya apply hampir seluruh beasiswa dan rata-rata saya jatuhnya di interview,” ujarnya.
Tapi kegagalan itu gak membuatnya mundur. Ia terus memperbaiki diri, terutama kemampuan komunikasi, hingga akhirnya keberhasilan menjemputnya.
Akhirnya di tahun 2014, usaha Yudha berbuah manis. Ia diterima beasiswa LPDP untuk program Master of Education (TESOL) di University of Wollongong, Australia.
Setelah menyelesaikan studi, Yudha gak berhenti berkontribusi. Ia membentuk inisiatif pendidikan terutama saat pandemi dengan meluncurkan program pembelajaran jarak jauh dan pelatihan daring bagi guru serta dosen.
Program ini dirancang agar pengajar dari daerah terpencil tetap bisa mengajar lewat platform digital. Berkat dedikasinya, Yudha meraih penghargaan internasional dan pengakuan sebagai “Guru Inspiratif Kalimantan Barat”.
Kisah Rahmat Putra Yudha menunjukkan kalau kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju kesuksesan.
Konsistensi, kerja keras, dan kepercayaan kalau usaha akan membuahkan hasil, akhirnya membuka jalan bagi prestasi besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ussfeed.com