Rektor Unhas dengan Perwakilan Kampus China (ANTARA)
INDOZONE.ID - Universitas Hasanuddin resmi bangun kolaborasi riset Marine Ranching inovasi dengan Shanghai Ocean University dan Guangdong Ocean University, sebagai penguatan dalam bidang kelautan dan perikanan berkelanjutan.
Kolaborasi ini akan diterapkan di Pulau Bone Tambung, sebuah pulau kecil di gugusan Kepulauan Spermonde.
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa sains wajib jadi pemimpin untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan. Selain itu, sains juga sebagai dasar utama untuk merumuskan kebijakan dan solusi untuk masyarakat.
Hasil riset tidak berhenti hanya pada publikasi ilmiah saja, tapi bisa praktekan secara langsung. Kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan ide, tantangan, dan metode baru yang relevan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca juga: Anti-Stres Penolakan Judul Skripsi: Kuasai 7 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Mahasiswa
“Kolaborasi ini memiliki kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Unhas terus berkomitmen mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan sektor kelautan,” ujarnya.
Perwakilan kampus asal China tersebut, Prof. Liu Billin, menjelaskan kolaborasi ini sebagai model kerja sama lintas negara yang terintegrasi.
Selain itu, kerja sama ini juga menggabungkan aspek restorasi ekologi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan mata pencaharian bagi masyarakat pesisir.
Ia juga menegaskan, pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Prof. Liu juga mendorong penggunaan teknologi untuk jadi penggerak utama.
Prof. Liu berharap kerja sama ini bisa menguatkan kerangka blue economy yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi jangka panjang.
Kolaborasi ini sudah berjalan selama lima tahun dan akan terus berlanjut. Program marine ranching ini fokus pada upaya konservasi di Pulau Bone Tambung.
Baca juga: UPI Membuat Inovasi Sampah Organik Jadi Telur Omega Super Melalui Program MoMA
Program ini merancang banyak kegiatan, mulai dari edukasi masyarakat, pemasangan terumbu karang buatan, dan penguatan pengelolaan ekosistem laut yang melibatkan masyarakat.
Dengan kerja sama ini, Unhas menegaskan komitmen untuk memperkuat riset terapan dan inovasi teknologi. Selain itu, adanya kolaborasi ini diharapkan bisa positif dalam panjang, khususnya untuk ekosistem laut, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA