Ilustrasi orang sedang belajar (freepik)
INDOZONE.ID - Dalam dunia pendidikan modern, kesuksesan murid kerap kali diukur dari nilai ujian dan capaian akademik semata. Di sisi lain, banyak peserta didik yang kesulitan menghafal materi pelajaran, tanpa benar-benar memahami pola berpikir di baliknya.
Ini menunjukkan cara belajar konvensional belum optimal dalam mendorong kesadaran peserta didik terhadap cara belajar mereka. Oleh sebab itu, konsep metakognitif menjadi relevan untuk dikulik.
Metakognitif merupakan kemampuan seseorang dalam menyadari, memahami, dan mengelola proses berpikirnya sendiri. Dalam konteks pembelajaran, metakognitif berfungsi sebagai acuan dalam mengetahui efektivitas dari strategi belajar serta pengaplikasiannya ketika dihadapkan oleh masalah.
Kemampuan ini membantu peserta didik menjadi pembelajar yang sadar dan reflektif.
Murid yang sering menggunakan metakognitifnya cenderung akan mendapatkan nilai memuaskan. Mereka juga cenderung lebih cepat dalam menerapkan strategi untuk menyelesaikan tugas serta menyesuaikannya ketika mengalami perubahan selama proses belajar.
Baca juga: Pengering Gabah Hybrid Inovasi UNDIP, Panen Tetap Berkualitas meski Cuaca Tak Menentu
1. Persiapan dan Rencana Pembelajaran
Tahap awal ini merupakan perumusan rencana tujuan belajar secara tertulis, yang masuk dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Perencanaan matang dapat membantu siswa dalam memahami arah pembelajaran, sehingga mereka dapat lebih mudah lagi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan ke depannya.
Pada tahapan ini, siswa dituntut untuk memilih strategi belajar yang paling sesuai. Melalui tahap ini, guru juga hadir sebagai pembimbing dalam proses tersebut.
Setelah memilih strategi, siswa perlu memantau proses pembelajarannya guna memastikan strateginya berhasil mencapai tujuan belajar optimal.
Peran guru menjadi penentu dalam menerapkan strategi yang tepat dalam menjawab permasalahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sampoernaacademy.sch.id