Ilustrasi mahasiswa S2. (freepik)
INDOZONE.ID - Melanjutkan studi ke jenjang S2 sering dianggap mahal dan memakan waktu banyak Apalagi, banyak yang merasa gelar sarjana sudah cukup untuk masuk dunia kerja. Tapi, benarkah kuliah S2 cuma soal gengsi saja?
Di tengah persaingan kerja yang makin ketat, pendidikan di level pascasarjana justru bisa jadi investasi jangka panjang untuk kariermu.
Selain itu, studi S2 juga bisa meningkatkan kompetensi dan menambah nilai jual kamu di dunia karier untuk investasi jangka panjang.
Lalu, apa saja sebenarnya keuntungan melanjutkan studi ke S2?
Baca juga: Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Apa Bedanya dan Mengapa Penting Dipahami Mahasiswa?
Persaingan kerja sekarang makin ketat, terutama dengan jumlah tenaga kerja yang terus bertambah dan kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.
Banyak perusahaan di Indonesia sekarang lebih selektif dalam memilih kandidat, dan mereka cenderung lebih melirik lulusan S2.
Menurut mereka, lulusan pascasarjana punya wawasan dan pengetahuan lebih mendalam dibanding sarjana. Jadi, ambil S2 bisa membuka peluang kamu naik ke posisi yang lebih tinggi atau mendapat promosi lebih cepat.
Siapa sih yang nggak pengen gaji lebih besar? Tapi, untuk dapetin kesempatan gaji tinggi, kamu juga harus punya nilai lebih dibanding kandidat lain.
Salah satunya, lewat ilmu yang lebih dalam dengan mengenyam pendidikan S2. Pengetahuan yang kamu bawa bisa langsung diterapkan di pekerjaan.
Jadi, S2 tak cuma soal meraih gelar, tapi juga value yang kamu tawarkan di dunia kerja, khususnya ke perusaan.
Baca juga: Kisah Inspiratif Tita: Dari Penerima KIP-K hingga Jadi Mahasiswa Berprestasi UNY
Lulus S1 lalu terjun ke dunia kerja biasanya membuat kamu sadar banyak hal yang belum pernah dipelajari di kampus.
S1 fokus ke dasar, tapi S2 beda. Di jenjang magister, kamu belajar hal yang lebih kompleks, mendalam, dan praktikal dibanding S1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Smb.telkomuniversity.ac.id