Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 MARET 2026 • 17:00 WIB

Tak Hanya Jago Teori, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Ini Buktikan Skill Komunikasi di Ajang Pilmapres FIS 2026

Tak Hanya Jago Teori, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Ini Buktikan Skill Komunikasi di Ajang Pilmapres FIS 2026Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 2026. (um.ac.id)

INDOZONE.ID - Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) baru saja menuntaskan ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) pada 3 Maret, 2026 silam. Hasilnya, dua delegasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi sukses memborong gelar juara, dengan Ali Fikri keluar sebagai Juara 1 dan Aisah Nalah mengamankan posisi Juara 2.

Pencapaian ini menjadi bukti konkret betapa kuatnya budaya akademik dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam melahirkan solusi bagi isu-isu sosial.

Bagi Ali Fikri, keberhasilannya meraih gelar utama tak lepas dari bekal keilmuan yang ia pelajari. Kemampuan merangkai argumen dan metodologi riset yang matang menjadi senjatanya dalam melewati setiap tahapan seleksi yang ketat.

Ilmu Komunikasi sangat membantu, terutama saat menyusun capaian unggulan dan mengembangkan gagasan kreatif. Kami terbiasa melakukan riset dan menyusun argumen secara sistematis,” tuturnya.

Baca juga: Stop Begadang! Begini Cara Cerdas Bagi Waktu Kuliah dan Magang agar Nggak Gampang Burnout

Dalam penyusunan portofolio prestasinya, Ali mendapatkan bimbingan intensif dari sang dosen pembimbing. Hal ini dilakukan agar seluruh pencapaian akademik dan publikasi ilmiahnya dapat dikumpulkan menjadi satu presentasi yang meyakinkan di mata dewan juri.

Daya tarik utama Ali dalam kompetisi ini adalah gagasan kreatifnya mengenai kawasan Kayutangan Heritage. Ia merasa miris melihat destinasi bersejarah di Kota Malang tersebut seringkali hanya dipandang sebagai objek foto demi konten semata.

Banyak orang datang ke Kayutangan hanya untuk berfoto karena tempatnya instagramable. Padahal kawasan itu memiliki nilai sejarah yang jauh lebih dalam,” ungkapnya.

Solusinya, ia merancang sebuah kampanye public relations yang strategis untuk merekonstruksi persepsi publik terhadap makna heritage.

Baca juga: Kirim 10 Delegasi Terbaik, IPB Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat Timor Leste Lewat KKN Internasional

Melalui pendekatan yang ia usulkan tersebut, wisatawan diajak untuk merasakan pengalaman sejarah yang autentik, bukan sekadar estetika visual semata. 

Menariknya, ide ini juga selaras dengan penelitian yang telah Ali terbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi.

Persiapan matang, termasuk penguasaan bahasa Inggris dan latihan presentasi yang konsisten, menjadi kunci kematangannya. 

Kami melakukan simulasi presentasi beberapa kali agar penyampaian gagasan lebih matang dan jelas saat dinilai oleh juri,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tak Hanya Jago Teori, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Ini Buktikan Skill Komunikasi di Ajang Pilmapres FIS 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!