Tim KKN Internasional IPB University bersama warga Aileu, Timor Leste. (ipb.ac.id)
INDOZONE.ID - Bawa misi kemanusiaan dan lingkungan, 10 mahasiswa IPB University diterbangkan ke Timor Leste dalam program KKN Internasional. Mereka mengedukasi warga lokal terkait sektor pertanian, perikanan, hingga mitigasi perubahan iklim.
Program yang dilaksanakan mulai dari 26 Februari hingga 13 Maret 2026 di Aileu, Timor Leste ini, lahir sebagai wadah untuk mendukung masyarakat sekitar dalam menghadapi berbagai isu, khususnya dalam sektor produksi pangan hingga perubahan iklim.
Tim KKN Internasional IPB ini memperkenalkan pengembangan vertical garden dan cara memanfaatkan Trichoderma, yakni sebuah jamur yang memiliki fungsi sebagai agen untuk mendukung kesehatan tanaman.
“Jamur ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk biologis sekaligus biofungisida alami yang mampu membantu mengendalikan berbagai penyakit tanaman,” tutur Yosafat Dimas Anandita, salah satu perwakilan tim KKN.
Baca juga: Kartu Rencana Studi (KRS): Panduan Penting Mahasiswa Menyusun Perjalanan Akademik
Penggunaan Trichoderma terbukti ampuh melumpuhkan jamur jahat penyebab penyakit akar, mulai dari Fusarium hingga Phytophthora.
Tak hanya itu, jamur ini juga bekerja sebagai stimulan yang memacu pertumbuhan akar dan mempercepat penguraian bahan organik, sehingga tanaman menjadi jauh lebih kuat menghadapi perubahan lingkungan yang ekstrem.
Selain pengabdian umum, para mahasiswa di bawah bimbingan Wildan Nurussalam, SPi, MSi, juga fokus mengembangkan sektor perikanan, melalui implementasi sistem akuaponik serta inovasi pakan berbasis probiotik dan teknologi maskulinisasi pada ikan nila.
“Sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim, tim IPB juga akan memasang Automatic Weather System (AWS) guna mendukung sistem pemantauan cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dinamika iklim,” ujarnya.
Baca juga: Apa Itu SKS? Ini Pengertian, Fungsi, hingga Jumlah SKS yang Harus Ditempuh Mahasiswa
Kehadiran tim di tengah-tengah masyarakat juga disambut positif oleh kepala desa setempat, Felisberto.
“Program yang dibawa oleh mahasiswa IPB ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pengetahuan seperti ini bisa terus dikembangkan karena dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan," tuturnya.
Sebelum kegiatan KKN resmi dijalankan, tim terlebih dahulu diberi sambutan resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Okto Donirus Manik, di Dili, pada 26 Februari 2026. Ia menyambut hangat kedatangan tim KKN di Timor Leste.
Baginya, program KKN Internasional seperti ini merupakan langkah IPB dalam memperluas dampak nyata bagi masyarakat internasional di sektor pertanian dan perikanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id