Ilustrasi mahasiswa sedang menyelesaikan skripsi (Freepik)
INDOZONE.ID - Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang harus diselesaikan mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana.
Proses penyusunannya tidak hanya melibatkan penulisan, tetapi juga penelitian, analisis data, serta penyusunan laporan secara sistematis.
Karena prosesnya cukup panjang dan menuntut kemampuan akademik yang baik, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu.
Berikut adalah 8 alasan mengapa mahasiswa sering terlambat untuk menyelesaikan skripsi.
Baca juga: Pejuang Skripsi Wajib Tahu! Ini 6 Langkah Jitu Hadapi Dosen Pembimbing yang Slow Response
Salah satu faktor yang menghambat penyelesaian skripsi adalah rendahnya motivasi dari dalam diri mahasiswa.
Setelah menjalani perkuliahan selama beberapa tahun, sebagian mahasiswa merasa lelah atau kehilangan semangat untuk melanjutkan ke tahap penelitian.
Akibatnya, pengerjaan skripsi sering tertunda karena mahasiswa tidak memiliki dorongan kuat untuk segera menyelesaikannya.
Kurangnya motivasi juga dapat membuat mahasiswa lebih mudah menunda pekerjaan, sehingga progres skripsi menjadi sangat lambat.
Ada banyak mahasiswa yang kesulitan mengatur waktu, seperti kuliah, organisasi, pekerjaan sambilan, dan kehidupan sosial.
Ketika waktu tidak dikelola dengan baik, pengerjaan skripsi bisa terhambat karena menjadi prioritas terakhir. Mahasiswa biasanya hanya dapat mengerjakan skripsi saat memiliki waktu luang.
Padahal, skripsi membutuhkan fokus dan waktu yang cukup panjang untuk melakukan penelitian, menulis, serta melakukan revisi.
Beberapa mahasiswa merasa ragu terhadap kemampuan mereka sendiri. Mereka takut hasil penelitian yang dilakukan salah, atau khawatir mendapatkan banyak revisi dari dosen pembimbing.
Perasaan ini dapat memicu prokrastinasi akademik, yaitu kebiasaan menunda pekerjaan karena merasa cemas atau tidak percaya diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stekom.ac.id