Ilustrasi mahasiswa belajar di kelas (Freepik)
INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi telah mengubah sistem pendidikan menjadi lebih fleksibel melalui metode e-learning.
Saat ini, terdapat dua metode pembelajaran yang sering digunakan di perguruan tinggi dan sekolah, yaitu blended learning dan hybrid learning.
Kedua metode tersebut sering dianggap sama, padahal sebenarnya memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya.
Metode pembelajaran ini menjadi solusi dalam pendidikan modern karena memungkinkan proses belajar tetap berjalan meskipun terdapat keterbatasan waktu, jarak, atau kondisi tertentu.
Baca juga: Arti Tut Wuri Handayani: Filosofi Pendidikan yang Sering Disalahpahami
Blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka di kelas.
Dalam metode ini, mahasiswa atau siswa dapat mempelajari materi secara online melalui video pembelajaran, modul digital, atau tugas online, kemudian melakukan pertemuan tatap muka secara berkala di kelas.
Artinya, pembelajaran tidak dilakukan secara bersamaan antara online dan offline, tetapi dilakukan secara bergantian. Misalnya:
Blended learning membuat mahasiswa ataupun siswa bisa belajar lebih mandiri sekaligus tetap mendapatkan interaksi langsung dengan dosen atau guru.
Baca juga: Dosen ITERA Tampilkan Karya Seni Kontemporer di Pameran Internasional Thailand
Hybrid learning adalah metode pembelajaran di mana sebagian siswa hadir di kelas secara langsung, sementara sebagian lainnya mengikuti kelas secara online di waktu yang sama melalui live streaming atau video conference.
Dalam hybrid learning, guru atau dosen mengajar satu kelas yang sama, tetapi pesertanya terbagi menjadi dua:
Metode tersebut sangat membantu siswa yang tidak bisa hadir secara fisik karena jarak, pekerjaan, atau alasan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Edunitas.com