Ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (Freepik)
INDOZONE.ID – Kuliah sambil bekerja shift adalah bentuk olahraga ekstrim bagi mental dan fisik. Jika dilakukan tanpa strategi, kamu tidak hanya lelah, tetapi juga mudah terkena burnout atau tifus.
Berikut adalah 5 tips yang dapat dilakukan untuk menjaga akal sehat, kesehatan, dan nilai akademis tetap aman meskipun harus berkuliah sambil bekerja.
Baca juga: Kupas Tuntas Sempro: Pengertian dan Tips Persiapan Menghadapinya agar Lolos Tanpa Drama
Kuliah sambil kerja shift bukan sekadar soal kuat fisik, tapi juga kemampuan berkomunikasi. Banyak mahasiswa yang gagal melakukannya karena lebih memilih diam dan memaksakan diri terlihat mampu.
Padahal, kamu perlu membangun komunikasi yang jujur dan profesional. Di tempat kerja, kamu perlu negosiasikan jadwal shift dengan cara yang tepat.
Tunjukkanlah bahwa kamu tetap berkomitmen, tetapi membutuhkan penyesuaian saat ada kuliah atau ujian.
Selain itu, usahakan mendapatkan pola shift yang stabil agar tubuh tidak terus beradaptasi dengan jadwal yang berubah-ubah.
Sementara di kampus, kamu harus bersikap terbuka kepada dosen sejak awal untuk membangun kepercayaan.
Dosen cenderung lebih memahami jika kamu menunjukkan tanggung jawab, bukan sekadar memberi alasan di saat terdesak.
Dalam kondisi ini, kamu tidak bisa mengandalkan waktu luang yang “nanti ada”. Semua harus direncanakan dengan matang.
Metode seperti time blocking technique dapat membantu membagi waktu secara jelas antara kerja, kuliah, belajar, dan istirahat.
Pomodoro Technique juga bisa menjadi cara efektif untuk tetap fokus dalam durasi singkat. Setiap waktu kosong, bahkan hanya 30 menit, harus dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan sistem yang terstruktur, kamu tidak lagi bergantung pada mood, tetapi menjadi kebiasaan baik yang konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan