INDOZONE.ID - Indonesia itu katanya bangsa pelaut, tapi kalau nggak tahu sejarahnya, ya cuma jadi jargon doang, kan?
Nah, semangat inilah yang bikin temen-temen Himpunan Mahasiswa Sejarah (HM Sejarah) FIB Undip gercep buat ngadain lagi agenda keren mereka yaitu Maritime Study Group (MSG), hari Minggu, (19/4/2026) kemarin.
Tahun ini, mereka ngusung tema yang deep banget yaitu “Reorienting Indonesia’s Maritime Future”.
Lokasi yang dipilih adalah kawasan Tambakrejo, Semarang. Kalau sebelumnya mereka sering riset ke Tambak Lorok, kali ini mereka sengaja geser ke Tambakrejo buat nyari point of view baru yang lebih segar soal kehidupan pesisir.
Acara ini dibuka langsung sama Ketua Prodi S1 Sejarah, Prof. Dr. Dhanang Respati Puguh, M.Hum.Beliau kasih pesan penting nih yaitu MSG itu jangan cuma dijadiin ajang jalan-jalan akademik biar kelihatan keren di story IG.
Prof. Dhanang justru nantang mahasiswa buat ngolah hasil temuan di lapangan jadi sesuatu yang lebih "daging", misalnya draf proposal buat Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Di Tambakrejo, mahasiswa nggak cuma pegang buku atau kamera dari jauh. Mereka beneran vibing bareng warga lokal, dengerin cerita mereka, dan ngulik gimana sih dinamika sosial, budaya, sampe ekonomi di sana.
Lewat obrolan santai tapi berisi ini, temen-temen Sejarah belajar banyak hal yang nggak ada di buku teks.
Baca juga: Sejarah Baru FIB Undip! Arts & Humanities Resmi Masuk Radar Dunia di QS WUR by Subject 2026
Misalnya, gimana cara nilai tradisional warga pesisir tetep survive di tengah gempuran zaman yang makin modern.
Pengalaman langsung ini bikin mereka sadar kalau masyarakat pesisir itu punya struktur sosial yang kompleks dan menarik banget buat dipelajari lebih dalem.
Setelah puas eksplorasi dan dapet data, challenge berikutnya dimulai! Mahasiswa dibagi ke beberapa kelompok buat nyusun artikel ilmiah.
Data mentah dari lapangan tadi diolah dan disambungin sama teori-teori sejarah maritim yang mereka dapet di kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung