INDOZONE.ID - Sepuluh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjalankan Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) di Dusun Dongkelan Kauman, Bantul, sejak Februari hingga Mei 2026.
Melalui program bertajuk "Adhigana Dongkelan," mereka membawakan berbagai kegiatan edukasi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat untuk membantu mengembangkan potensi dusun sekaligus mempererat hubungan dengan warga setempat.
Program tersebut melibatkan mahasiswa lintas program studi, meliputi Manajemen Pendidikan, Pendidikan IPA, Pendidikan Bahasa Inggris, hingga Pendidikan Jasmani. Seluruh kegiatan dijalankan di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Slamet Lestari, M.Pd.
Mengusung tema “Srawung Adhigana: Menjalin Harmoni, Mengasah Potensi, dan Menghidupkan Kemandirian Dusun Dongkelan”, tim merancang sejumlah program kerja yang menyasar anak-anak hingga warga setempat.
Baca juga: Bulan Lestari, Wisudawan Terbaik UPNVY yang Sukses Kantongi Karier di Bank Indonesia
Ketua tim PLK, Farkhan Muta’amal, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama program ini adalah untuk memperkenalkan potensi Dusun Dongkelan Kauman agar lebih dikenal masyarakat luas.
Menurutnya, dusun tersebut memiliki potensi dari segi sosial dan sumber daya masyarakat yang cukup besar, ditambah keberadaan UMKM dan infrastruktur yang sudah berkembang. Namun, potensi tersebut dinilai masih belum banyak terekspos.
“Tujuan utama kami adalah mengangkat potensi Dusun Dongkelan Kauman agar lebih dikenal masyarakat luas sehingga tidak tenggelam di tengah perkembangan kota di sekitarnya,” jelasnya.
Salah satu program yang dijalankan mahasiswa adalah Lensa Dongkelan, yakni pembuatan video profil desa dengan menampilkan kehidupan masyarakat, lingkungan dusun, hingga berbagai kearifan lokal.
Selain itu, mahasiswa juga mengadakan program GEDEBOG-KARYA dengan mengajak warga setempat dalam memanfaatkan limbah batang pisang menjadi kerajinan bernilai ekonomis.
Untuk anak-anak, tim PLK menghadirkan kegiatan edukatif seperti SAINS-RIA dan STEP-UP yang dikemas secara interaktif agar pembelajaran sains dan bahasa Inggris terasa lebih menyenangkan.
Tak hanya fokus pada pendidikan, mahasiswa juga mengadakan kegiatan sosial melalui program SADULUR, sebuah turnamen bulu tangkis dan permainan tradisional antarwarga guna mempererat kebersamaan masyarakat.
Farkhan mengatakan, program bahasa Inggris menjadi salah satu kegiatan yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uny.ac.id