Kamis, 22 AGUSTUS 2024 • 08:30 WIB

Cerita Mahasiswa Non Muslim UMS Saat Mengikuti Masta PMB

Author

Mahasiswa non muslim saat mengikuti Masta PMB UMS.

INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tidak hanya menerima mahasiswa baru dari kalangan muslim saja, tapi juga non Muslim.

Mereka juga mengikuti Masa Ta'aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2024 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Selasa (21/8/2024).

Salah satu mahasiswa non muslim tersebut adalah Kezia Rahayu N. Ia merupakan mahasiswa beragama Kristen yang mengambil jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Kezia, sapaan akrabnya, mengaku senang bisa masuk UMS dan ikut Masta. Dia menyebut acara yang diikutinya berlangsung asyik dan seru.

"Teman-teman juga seru, tidak ada yang membedakan. Malah ditawarin nyobain pakai hijab sama teman-teman sambil bercanda gitu,” ujarnya, Selasa (20/8/2024).

Dia pun membeberkan alasan memilih jurusan Ekonomi Pembangunan di UMS, karena saat sekolah di SMK dirinya mengambil jurusan Perkantoran. Jadi yang mendekati atau dan sejalur itu adalah  jurusan Ekonomi Pembangunan.

Baca Juga: Siapkan Pemuda Masa Depan! UPH Festival 2024 Dorong Mahasiswa Baru Menggali Potensi dan Miliki Sikap Kepemimpinan

“Dulu saya SMK, jurusannya Perkantoran. Terus daftar UMS ngambil jurusan Ekonomi Pembangunan yang sejalur saat SMK," kata dia.

Kuliah di UMS, lanjut dia, juga bukan tanpa alasan. Karena dekat dengan tempat tinggalnya di daerah Colomadu.

"Saya juga suka, fasilitasnya bagus dan orang tua juga mendukung. Yang penting tempatnya berkualitas,” sambungnya.

Kezia berharap ketika kuliah nanti bisa lancar dan tidak ada masalah sampai lulus.

"Berharap lancar saja dan nantinya bisa berguna setelah lulus," harap dia.

Sementara itu mahasiswa Kristen lain, Juliananta Putri Atmadja, yang merupakan mahasiswa lama, bercerita bahwa selama kuliah di UMS dirinya tidak dibeda-bedakan sama dosen.

"Selama kuliah, dosen tidak membeda-bedakan mahasiswa. Jadi aman dan nyaman tidak masalah," ungkapnya.

Baca Juga: UPH Festival 2024: Sambut Lebih dari 5.000 Mahasiswa Baru, UPH Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan Teknologi AI

Lily, sapaan akrabnya, juga berbagi pengalaman dengan mahasiswa Kristen lainnya, termasuk Kezia. Saat Masta dulu, dia juga punya pengalaman seru dan teman-temannya pun asyik tidak membeda-bedakan.

"Kalau aku pribadi nyaman. Dulu juga Masta dibercandain sama teman-teman pakai hijab," terang dia.

Terpisah Kepala Bagian Kaderisasi dan Dakwah Biro Kemahasiswaan UMS Mahasri Shobahiya menjelaskan bahwa UMS merupakan kampus yang inklusif.

“Ketika mahasiswa baru melihat ada peserta Masta yang tidak pakai jilbab di antara kalian, ya tidak apa-apa. Mereka mahasiswa non muslim yang memilih UMS menjadi kampus tempat menimba ilmu,” paparnya.

Mahasri menambahkan perlu sama-sama menjaga dan mendukung perbedaan apapun yang ada di kampus UMS, baik dari perbedaan agama, suku, bangsa, maupun negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU