INDOZONE.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan model pembelajaran baru sebagai pengganti Kurikulum Merdeka.
Inovasi ini bertujuan untuk menyederhanakan materi pelajaran yang dinilai terlalu padat, dengan fokus utama pada konsep Deep Learning.
Dalam pendekatan Deep Learning, materi akan dibuat lebih ringkas, namun dipelajari secara mendalam.
Ini diharapkan memberi guru lebih banyak waktu untuk pembelajaran bermakna yang tidak sekadar hafalan, namun juga mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.
Baca Juga: Ini Dia Tempat Makan Favorit dan Terjangkau untuk Mahasiswa di Malang
“Di sini nanti akan ada kontekstualisasi, sehingga pembelajaran kita arahkan ke Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. Kami menyebutnya 'pelajaran yang ful-ful'," ujar Abdul Mu'ti seperti dikutip dari akun Instagram @fatkoer.
Mindful Learning: Fokus pada Keberagaman Siswa
Dalam Mindful Learning, guru diharapkan peka terhadap perbedaan karakter siswa. Setiap siswa perlu mendapat perhatian sesuai kebutuhan mereka.
“Mindful artinya sadar, peka, dan sensitif. Jadi, kita harus sadar bahwa murid kita tidak sama,” jelas Abdul Mu'ti.
Meaningful Learning: Pemahaman Tujuan Pembelajaran
Meaningful Learning menekankan pentingnya pemahaman siswa terhadap tujuan belajar. Siswa diajak untuk mengetahui alasan mempelajari materi tertentu dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Misalnya, siswa perlu memahami kegunaan materi seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, agar mereka menyadari pentingnya ilmu yang dipelajari,” lanjutnya.
Joyful Learning: Belajar dengan Senang Tanpa Tekanan
Joyful Learning bukan sekadar pembelajaran yang menyenangkan atau lucu, namun yang membuat siswa memahami tujuan belajarnya. Dengan ini, siswa termotivasi untuk belajar tanpa merasa tertekan.
Baca Juga: Perjuangan Gadis Bantul Bisa Kuliah di UNY, Ayah Rela Jual Motor Satu-Satunya
“Pembelajaran yang menggembirakan tidak selalu harus lucu. Ketika siswa menemukan hal baru atau memahami konsep, mereka merasa senang tanpa merasa terbebani,” ungkapnya.
Konsep Deep Learning ini, jika diterapkan dengan baik, diharapkan dapat mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Bocoran model pembelajaran ini telah viral melalui unggahan akun Instagram @fatkoer pada Selasa (05/11/2024), dengan 43,9 ribu tayangan, 1.209 suka, 183 komentar, dan 413 kali dibagikan. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan netizen.
“Cocok, Pak. Kurangi beban materi pelajaran,” tulis akun @azizmuhtasyam. Sementara itu, akun @rossy_sandra menambahkan, “Kurangi administrasi guru, maka kami akan fokus ke proses belajar mengajar.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram