INDOZONE.ID - Stop notice yang diumumkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penghentian dana hibah pendidikan berpotensi memicu efek domino.
Dana hibah yang semula ditujukan untuk kampus-kampus Russel Group di Inggris (UK) dihentikan, menghambat lebih dari 20 proyek riset.
Sedikitnya sembilan tim riset di universitas anggota Russell Group menerima “stop notice”. Kampus-kampus ternama seperti Durham University, Leeds University, Liverpool University, Nottingham University, Cambridge dan Queen Mary University of London ikut terimbas.
Baca juga: 8 Dokumen yang Perlu Dipersiapkan Pemburu Beasiswa Luar Negeri
Proyek gizi anak di Etiopia oleh Liverpool University serta studi tentang pekerja anak di Niger yang dijalankan Leeds University juga ikut terhenti.
Sementara kampus besar seperti University of Oxford dan University College London menolak untuk mengonfirmasi status proyek mereka.
Mengapa Tiba-tiba Disetop?
Sejak 20 Januari 2025, sederet perintah eksekutif Presiden Trump membekukan miliaran dolar hibah dengan pemotongan 40 persen anggaran NIH.
Trump juga melarang keras lembaga menerima dana yang masih memuat unsur diversity, equity & inclusion (DEI).
Baca juga: Kisah Gabrielle, Mahasiswi DKV UM Ini Sabet Juara di Ajang Desain Internasional Gegara Tugas Hukuman
Imbasnya Terhadap Inggris
Pemotongan dana ini juga berarti hilangangnya dana mitra AS. Hal ini akan melemahkan kolaborasi internasional dan menurunkan kontribusi riset kampus sekitar 15- 20 persen.
Selain itu, kebijakan ini berpotensi menunda rekrutmen peneliti, meningkatkan risiko PHK, hingga mengancam target pendapatan “research overheads” universitas.
Akademisi menyebut kebijakan ini “ideological assault on science” dan memperingatkan efek domino pada inovasi kesehatan global serta riset sosial lintas-negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Researchprofessionalnews.com, Researchprofessionalnews.com