Inovasi Mahasiswa KKN Undip: Ubah Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi dan Edukasi Masyarakat Menuju Usaha Digital
INDOZONE.ID - Minyak jelantah yang selama ini dipandang sebagai limbah dapur tak berguna, ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi, yakni lilin aromaterapi.
Inovasi inilah yang diperkenalkan oleh Kelompok 4 tim 1 KKN IDBU UNDIP kepada masyarakat Dukuh Roban Barat, Desa Kedungsegog, melalui rangkaian program pelatihan, edukasi, dan digitalisasi usaha berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan langsung bersama masyarakat, Kelompok 4 tim 1 KKN IDBU UNDIP memperkenalkan cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Proses pembuatan lilin dimulai dengan menyaring minyak jelantah agar bersih dari sisa makanan, kemudian dicampur dengan lilin parafin dan dipanaskan.
Setelah meleleh dan tercampur rata, campuran lilin dan paraffin diberi aroma pewangi/essential oil, lalu dituang ke dalam cetakan yang telah dipasangi sumbu.
Lilin ini semakin unik karena dihias dengan cangkang kerang yang dikumpulkan langsung dari Pantai Pesona Indah Batang, yang letaknya dekat dengan Dukuh Roban Barat.
Hiasan ini memperkuat identitas lokal yang unik dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 22 warga, yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja.
Respon masyarakat cukup antusias, terbukti dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan ikut serta dalam proses pembuatan lilin aromaterapi.
Bagi sebagian warga, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mereka mengenal potensi minyak jelantah sebagai bahan baku produk ekonomi kreatif.
Selain pelatihan teknis, Kelompok 4 tim 1 KKN IDBU UNDIP juga memberikan edukasi tentang dampak negatif pembuangan minyak jelantah ke lingkungan.
Baca juga: Cara Mengajukan Penurunan Nominal UKT, Ini Syarat dan Ketentuannya
Minyak bekas yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan saluran air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Oleh karena itu, pemanfaatan jelantah menjadi lilin menjadi Solusi untuk meminimalisir limbah minyak jelantah.
Tak hanya fokus pada produksi, Kelompok 4 tim 1 KKN IDBU UNDIP juga mengangkat aspek ekonomi kreatif dan digitalisasi.
Tim 4 memberikan informasi bahwa lilin aromaterapi yang dihasilkan dari minyak bekas sudah menjadi komoditas ekspor di Indonesia, terutama sebagai bahan baku biodiesel dan produk industri.
Baca juga: Beasiswa GKS Korsel: Biaya Hidup hingga Tunjangan Kesehatan Ditanggung Tiap Bulan, Ini Syaratnya
Masyarakat diberi pemahaman bahwa jelantah memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dan dipasarkan dengan benar.
Dalam Program yang diusulkan oleh Kelompok 4 ini juga dilengkapi dengan pelatihan branding produk menggunakan bahasa Inggris, penyusunan identitas merek, dan pentingnya memberikan informasi produk secara jelas dan jujur.
Masyarakat juga dikenalkan cara menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi dan perhitungan Break Even Point (BEP) agar usaha bisa berkembang secara berkelanjutan.
Tidak kalah penting, tim juga mengenalkan sistem pembayaran digital yang kini semakin dibutuhkan di era serba online.
Baca juga: 10 Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi Edurank, Mana yang Jadi Incaranmu?
Kelompok 4 mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan QRIS dan dompet digital sebagai alternatif transaksi modern.
Di akhir pelatihan, peserta diperkenalkan pada konsep digitalisasi usaha, mulai dari promosi media sosial, desain katalog digital, hingga manajemen sederhana berbasis aplikasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat Desa Kedungsegog untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah, sekaligus membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berbasis digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung