Rabu, 30 JULI 2025 • 12:20 WIB

3 Kesalahan yang Sering Ditemukan dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa saat Mengikut Lomba

Author

Ilustrasi mahasiswa sedang mengetik (freepik)

INDOZONE.ID - Membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) penting banget buat dipahami oleh mahasiswa. Bukan cuma mahasiswa semester atas, justru KTI harus dipahami sejak kamu mahasiswa baru. 

Walaupun gak jago-jago banget, setidaknya KTI yang kamu buat sesuai dengan kaidah umum penulisan. Biasanya, KTI banyak dijadikan sebagai tugas oleh dosen kepada para mahasiswanya. Ada yang jadi tugas mandiri atau kelompok, bahkan tugas akhir sebagai UAS.

Baca juga: Dari Limbah Menjadi Berkah, Mahasisiswa KKN Undip Menginisiasi Bank Sampak di Dusun Kaliajeng

Bukan cuma itu, KTI juga banyak dijadikan sebagai lomba tingkat mahasiswa. Banyak banget penyelenggara, menjadikan KTI sebagai salah satu cabang lomba di berbagai bidang. 

Dalam lomba tentunya ada kriteria khusus yang dijadikan sebagai penilaian, yang harus diperhatikan.

Akan tetapi, saat mengikuti lomba KTI, ada beberapa kesalahan yang umum terjadi. Kesalahan ini bisa saja memengaruhi penilaian terhadap KTI yang kamu buat.

Penasaran apa aja? berikut beberapa kesalahan yang umum terjadi pada lomba KTI.

Baca juga: Dari Film hingga Jadi Kenyataan, Begini Cara Wujudkan Studi ke Finlandia

1. Ide Terlalu Umum

Kesalahan ini sering banget terjadi dalam lomba KTI. Banyak mahasiswa yang cenderung memilih ide terlalu umum dan kurang detail. Ini membuat tulisan mu kurang spesifik untuk target yang diinginkan. 

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Pertama, riset secara mendalam topik yang diangkat. Setelah itu, cari pendekatan baru dari masalah yang sudah ada.

Terakhir, kamu bisa menggabungkan beberapa pendekatan ilmu, untuk menciptakan karya tulis yang lebih segar. 

Baca juga: Kisah Haru Margaret Lolos di Fakultas Psikologi UI, Dicibir hingga Dihina Tetangga Karena Miskin

2. Struktur Penulisan

Kesalahan umum dalam struktur penulisan seperti kata yang tidak baku, serta tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Selain itu, sering juga terdapat opini yang tidak didukung oleh data valid. 

Dalam pembuatan struktur penulisan, pastikan kamu telah baca buku pedoman dengan baik. Pastikan setiap bagian dari abstrak hingga kesimpulan, sudah sesuai dengan pedoman.

Lalu, pastikan argumen kamu memiliki data yang valid, jangan asumsi saja. Terakhir, perhatikan alur penulisan dengan baik, pastikan antar bab memiliki keterkaitan yang jelas. 

Baca juga: 5 Hal yang Mahasiswa Akhir Wajib Tahu Sebelum Menyusun Skripsi, Jangan Sampai Disepelekan

3. Referensi

Dalam pembuatan KTI, referensi penting banget. Banyak kesalahan yang dilakukan seperti referensi tidak valid, misal dari blog pribadi, wikipedia, dan lainnya. Pastikan dalam membuat referensi ambil dari sumber kredibel. 

Selain itu, pahami teknik sitasi, sesuaikan dengan buku pedoman. Terakhir, hindari plagiarisme, pastikan selalu tulis ulang atau parafrase dari sumber yang kamu kutip. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@dzakirambe_

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU