Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 16:43 WIB

Mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU 81 Membantu Proses Labelisasi Higienis guna Mendukung Kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat

Author

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim IDBU 81 (Elfio/Z Creators)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim IDBU 81 turut berperan dalam mendukung terbentuknya Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Salah satu kontribusi mereka adalah membantu proses labelisasi higienis bagi para pelaku usaha kuliner di kawasan Pujasera Tulus Harapan, bekerja sama dengan Puskesmas Kedungmundu.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dan masyarakat untuk memastikan seluruh pelaku usaha kuliner menerapkan standar kebersihan dan higienitas dalam produksi makanan. Mahasiswa KKN-T UNDIP berperan aktif dalam mendampingi para pedagang, mulai dari membantu pengecekan checklist sanitasi, pendataan kondisi lapak, hingga dokumentasi proses produksi makanan.

Baca juga: Sehari Penuh Inovasi, Mahasiswa KKN-T IDBU 23 UNDIP Sulap Udang dan Limbah Keong Jadi Produk Bernilai Jual di Desa Tedunan!

Pihak Puskesmas Kedungmundu selaku mitra pengawasan menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kesiapan para pelaku usaha. “Alhamdulillah, sudah 85% higienis,” ujar salah satu petugas puskesmas setelah melakukan supervisi lapangan.

Salah satu pedagang di kawasan Pujasera Tulus Harapan juga membagikan pengalamannya. “Awalnya deg-degan, takut tidak memenuhi persyaratan. Namanya usaha kuliner, apalagi masak langsung di tempat, pasti ada risiko kotor sedikit dari prosesnya. Tapi alhamdulillah, kata pihak puskesmas sudah cukup baik,” ujarnya dengan lega.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan label higienis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan dan keamanan pangan. Para pedagang mendapat edukasi seputar sanitasi alat masak, penyimpanan bahan makanan, serta pengelolaan limbah sesuai standar kesehatan lingkungan.

Langkah selanjutnya dalam proses menuju kawasan kuliner KHAS adalah pengambilan sampel makanan dari masing-masing pelaku usaha untuk uji laboratorium. Sebanyak 12 pelaku usaha kuliner ikut berpartisipasi dalam kawasan ini dan siap mendukung proses verifikasi kualitas makanan demi kenyamanan dan keamanan konsumen.

Baca juga: Kreasi Wedang Jahe Latte, Mahasiswa KKN Undip Dorong Potensi TOGA di Masyarakat

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T UNDIP, Puskesmas Kedungmundu, dan para pelaku usaha, diharapkan Pujasera Tulus Harapan dapat menjadi kawasan kuliner percontohan yang tidak hanya lezat, tetapi juga halal, aman, dan sehat. Kawasan ini diharapkan menjadi model pengembangan zona KHAS di wilayah lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Pengalaman Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU