Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa Gelar Pelatihan Pengolahan Daun Kelor dan Edukasi Latihan Fisik Ringan
INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 118 Kelompok 3 melaksanakan program edukasi pencegahan diabetes melitus di RW 01 Sambiroto, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan diawali dengan edukasi latihan fisik ringan untuk mengontrol gula darah pada 6 dan 13 Juli 2025 di RT 05.
Wanda Olivia Husna, mahasiswi Farmasi Undip 2022, memandu senam pagi pasca kerja bakti.
Tujuannya mengajarkan gerakan sederhana yang membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kestabilan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Baca juga: TBScreen.AI Inovasi UGM, Aplikasi Skrining TBC Berbasis AI Pertama Buatan Lokal
Edukasi dilanjutkan di Posyandu RW 01 dengan materi manfaat latihan fisik sebagai terapi non-farmakologi.
Menggunakan poster panduan Senam Kaki Diabetes, Wanda menjelaskan manfaat, frekuensi pelaksanaan, dan teknik pernapasan yang tepat.
Lansia peserta diajak berdiskusi mengenai aktivitas fisik yang aman. Diharapkan kebiasaan hidup sehat dapat tumbuh di keluarga melalui aktivitas sederhana ini.
Kemudian, pada 20 Juli 2025, tim menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Daun Kelor sebagai Produk Herbal Pencegah Diabetes dan Pendampingan UMKM, yang diikuti 30 warga.
Baca juga: 6 Kampus Tertua di Indonesia, Ada yang Sudah Berdiri dari Zaman Penjajahan Belanda
Wanda dan Damara Tamisha Zarika (Farmasi Undip) memandu kegiatan untuk meningkatkan keterampilan warga memanfaatkan daun kelor sebagai produk kesehatan dan peluang ekonomi rumah tangga.
Kegiatan diawali pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan materi kandungan nutrisi dan khasiat daun kelor bagi kesehatan, termasuk membantu menurunkan gula darah.
Inti kegiatan adalah demonstrasi pembuatan teh daun kelor, mencakup pemilihan daun segar, pencucian, pengeringan, hingga pengemasan sesuai standar rumah tangga.
Peserta berlatih langsung menggiling daun, mengemas dalam tea bag, dan mempelajari teknik penyeduhan yang tepat untuk menjaga khasiat.
Kegiatan ini diharapkan mendorong kemandirian produksi teh kelor sebagai produk herbal kesehatan sekaligus menjadi langkah awal pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal di RW 01 Sambiroto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung