Minggu, 17 AGUSTUS 2025 • 17:37 WIB

Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, KKN-T TIM 101 UNDIP Resmikan Bank Sampah Desa Cukilan

Author

Mahasiswa KKN Undip bersama Warga Desa Cukilan (sumber: Tim KKN Undip 101)

INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN-T UNDIP Tim 101 meluncurkan program Bank Sampah sebagai inovasi pengelolaan sampah yang menggabungkan manfaat lingkungan dan ekonomi di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Melalui sistem ini, masyarakat dapat “menabung” menggunakan sampah yang telah dipilah, sehingga barang yang semula dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai jual dan memberikan pemasukan tambahan bagi warga.

Pengelolaan bank sampah di Desa Cukilan ini mayoritas dijalankan oleh ibu-ibu PKK yang aktif menjadi pengurus di setiap RT, dengan struktur organisasi yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Prosesnya dimulai dari warga yang memilah sampah sejak di rumah. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk ditimbang dan dicatat sesuai berat dan jenisnya.

Sebelumnya, telah dilakukan sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan bank sampah yang mendapat sambutan antusias dari warga. Antusiasme tersebut terlihat saat pelaksanaan perdana secara serentak pada Sabtu, 9 Agustus 2025, yang diikuti seluruh dusun. Meski perwakilan dari tiap dusun hanya empat RT, jumlah sampah yang terkumpul hampir mencapai lima ratus kilogram.

Baca juga: Mahasiswa KKN-T Undip Tim 162 Mengajak Anak Belajar Sejarah Uang dan Menabung

Bank sampah di Desa Cukilan (sumber: Tim KKN Undip 101)

Baca juga: KKN-T UNDIP Ajak Anak TK Gayamsari Menabung Lewat Lagu dan Animasi

Tidak hanya dikelola oleh ibu-ibu PKK dan pengurus RT, program bank sampah ini juga menjalin kerja sama dengan pengepul setempat. Kehadiran bank sampah membuat proses pengumpulan menjadi lebih efisien, karena sampah yang terkumpul langsung dapat diambil dari satu titik. Hal ini berbeda dengan sebelumnya, di mana pengepul harus berkeliling dari rumah ke rumah untuk mencari barang rongsok. Salah satu pengepul dari Dusun Patran, Pak Muhlisin, menyampaikan rasa terima kasihnya, “Terima kasih ya, Mas, Mbak KKN. Pekerjaan saya jadi terbantu, tidak perlu muter-muter cari rongsok dari rumah ke rumah.”

Keberadaan bank sampah ini diharapkan dapat terus berjalan meski program KKN-T telah berakhir. Dengan sistem yang sudah mulai terbentuk dan partisipasi aktif dari warga, bank sampah berpotensi menjadi kegiatan rutin yang membawa dampak positif jangka panjang. Tidak hanya mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga dan membantu kelancaran pekerjaan pengepul.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat membawa manfaat bagi semua pihak, seperti warga, pengepul, dan lingkungan. Harapannya, bank sampah ini dapat terus berkembang, melibatkan lebih banyak warga, dan menjadi salah satu kekuatan desa dalam menciptakan lingkungan bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU