INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, ikut ambil bagian dalam Karnaval Banyubiru yang digelar Rabu (20/08/25).
Melalui stand UMKM bertajuk “Kauman Nyawiji Market”, mereka menghadirkan aneka produk lokal sekaligus membantu memperkenalkan UMKM Dusun Kauman ke masyarakat luas.
Karnaval ini sendiri dimulai dari Bukit Cinta hingga Kecamatan Banyubiru, dengan stand UMKM Kauman berdiri di depan Kantor Pos Banyubiru.
Sejak pagi, persiapan sudah dilakukan mahasiswa mulai pukul 09.00 WIB hingga acara selesai.
Baca juga: Mahasiswa UNY Sulap Jerami Padi Jadi Biofungisida Ramah Lingkungan Bernama BlasOryzin
Ada sekitar 10 UMKM yang ikut serta, menampilkan berbagai produk makanan khas. Mulai dari jajanan jadul seperti apem dan gemblong, sampai jajanan kekinian seperti roti pizza, semua disuguhkan di stand gratis ini.
“Sekitar 10 UMKM sudah fix kami pamerkan lewat stand Kauman Nyawiji Market,” jelas Danta, penanggung jawab kegiatan.
Untuk menarik perhatian, mahasiswa juga menyebarkan poster ke penonton karnaval sekaligus membagikan produk secara langsung. Beberapa mahasiswa menjaga stand untuk menjelaskan produk kepada pengunjung.
“Ya, tadi kami bagi tim, ada yang sebarkan poster, ada yang jaga stand,” tambah Danta.
Baca juga: Anti Meleng! Bikin Presentasimu Berkesan dengan Upgrade Pakai Rumus S.O.C.I.A.L!
Tak butuh waktu lama, stand ini langsung ramai diserbu pengunjung yang penasaran mencicipi produk UMKM. Bahkan menjelang pukul 13.00 WIB, sebagian produk sudah hampir habis.
“Belum sampai acara selesai, beberapa produk sudah hampir ludes. Donat, misalnya, tinggal beberapa saja,” ujarnya.
Meski program ini tidak fokus pada digitalisasi UMKM, mahasiswa KKN menekankan pentingnya memperluas pasar agar produk bisa dikenal lebih luas.
Hal ini disesuaikan dengan kondisi para pelaku UMKM yang sebagian besar sudah sepuh dan belum terbiasa dengan teknologi.
Baca juga: 5 Penyesalan yang Sering Terjadi Pada Pejuang PTN Gap Year: Gak Belajar Serius
“Tujuan utama kami memang memperluas pemasaran. Digitalisasi memang penting, tapi karena sebagian pelaku UMKM sudah sepuh dan kurang terbiasa dengan gadget, fokusnya kita arahkan ke perluasan pasar,” ungkapnya.
Respons masyarakat pun cukup positif. Salah satu pengunjung, Yuni, mengaku senang bisa mencicipi produk UMKM Kauman secara gratis.
“Makanannya enak-enak, apalagi bisa tester gratis. Kalau ada hajatan, bisa pesan langsung,” katanya.
Mahasiswa KKN memastikan program ini tidak berhenti di karnaval saja. Mereka akan terus memantau perkembangan UMKM setelah kegiatan berlangsung.
Baca juga: Perpustakaan Digital Mandalamekar: Inisiasi Universitas YARSI Dorong Literasi untuk Kemajuan Desa
“Ya, nanti tetap kami pantau. Apakah ada perkembangan atau sudah ada pembeli yang datang langsung ke pelaku UMKM,” pungkas Danta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung