INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 100 Universitas Diponegoro terus berkontribusi dalam pembangunan desa melalui Digitalisasi Wilayah. Pada 17 Agustus 2025, Zahra Rahma Juwita memimpin program Pembuatan Peta Informasi Desa di Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Program ini bertujuan untuk menyediakan peta yang akurat dan mudah diakses sebagai dasar administrasi, tata guna lahan, dan perencanaan pembangunan wilayah.
Zahra yang berasal dari Program Studi Teknik Geodesi, memfokuskan kegiatannya pada pembuatan Peta Administrasi Desa dan Peta Tata Guna Lahan menggunakan teknologi sistem informasi geografis (GIS) berbasis software ArcGIS. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari dengan melibatkan perangkat desa yang menangani administrasi dan perencanaan pembangunan, seperti bagian tata ruang dan pengelolaan data wilayah.
Pembuatan peta diawali dengan pengumpulan data sekunder, termasuk peta RBI (Rupa Bumi Indonesia), Data DEM (Digital Elevation Model), dan data administratif desa. Setelah data dikumpulkan, Zahra dan tim memulai proses pengolahan dan digitalisasi untuk menghasilkan peta yang presisi. Peta yang dihasilkan menunjukkan batas wilayah desa, pembagian administratif, serta pemetaan tata guna lahan yang mencakup lahan pertanian, pemukiman, dan infrastruktur penunjang desa.
Tujuan utama dari program ini adalah menyediakan alat bantu bagi perangkat desa dalam mengelola data wilayah secara terstruktur dan efisien. Dengan adanya peta yang akurat, perencanaan pembangunan desa dapat lebih efektif, terutama dalam hal pengelolaan lahan pertanian, penataan infrastruktur, serta mitigasi bencana. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi dan kesadaran akan pentingnya data spasial di kalangan perangkat desa, sehingga mendukung keberlanjutan pembangunan berbasis data di masa depan.
Pada akhir kegiatan, Zahra menyerahkan peta administrasi desa dan peta tata guna lahan kepada perangkat desa. Dengan adanya peta ini, diharapkan Desa Dersansari dapat merencanakan dan melaksanakan pembangunan dengan lebih terarah dan berbasis data yang akurat. Program ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi desa, tetapi juga memberikan kontribusi dalam mengedukasi pentingnya teknologi dan data dalam pengelolaan wilayah desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung