INDOZONE.ID - Biasanya, wisuda menjadi momen yang sakral, ntah itu bagi mahasiswa atau semua tamu undangan yang ada. Begitu juga dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia.
Namun, ada yang unik pada wisuda Sarjana ke-XXII dan Pascasarjana ke-XV. Pasalnya, momen wisuda kali ini lebih unik karena menghadirkan nuansa berbeda, yakni mengambil tema animasi legendaris One Piece.
Baca juga: Momen Unik Wisudawati Undana! Wisuda Siang, Tunangan Malam
Filosofi Tema One Piece
Tema One Piece dipilih bukan tanpa makna. Menurut Rektor Badaruddin, One Piece bukan sekadar harta karun dalam cerita, melainkan simbol dari petualangan, persahabatan, dan pencarian makna hidup.
Analoginya proses pendidikan itu bagaikan perjalanan melaut. Lautan luas dengan tantangan, badai, dan rintangan yang harus dilewati oleh wisudawan.
Setiap ujian, tugas, dan proyek dianggap sebagai bagian penting membentuk karakter dan kemampuan, sementara kolaborasi, berbagi ide, dan jaringan yang dibangun selama masa studi dianggap modal utama dalam menghadapi hidup setelah wisuda.
Tema ini juga didukung dengan dekorasi panggung menyerupai kapal pinisi dan visual monitor, serta tampilan jajaran civitas kampus berkostum bajak laut.
Sorot lampu yang bergerak seperti pada konser turut menambah kesan megah dan penuh energi.
Proses Wisuda
Dalam prosesi wisuda rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., menyebutkan bahwa jumlah total wisudawan tahun ini mencapai 306 orang.
Mereka berasal dari dua fakultas besar, yakni Fakultas Teknologi dan Bisnis, serta Fakultas Pascasarjana.
Beberapa program studi (prodi) yang disorot antara lain:
- Sistem dan Teknologi Informasi (gelar S.Kom)
- Magister Manajemen dan Kewirausahaan (M.Bns)
- Keuangan Publik (M.E)
Selain itu momentum wisuda kali ini juga digunakan untuk memperkenalkan Ni Luh Puspa, alumni STIE Nobel Makassar, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
Kehadirannya di acara tersebut dianggap sebagai kebanggaan tersendiri bagi kampus dan menjadi simbol bahwa lulusan Nobel Indonesia mampu meraih dan mengemban posisi strategis di pemerintahan.
Rektor Badaruddin menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah tonggak awal menuju babak baru dalam kehidupan.
Baca juga: Yudisium dan Wisuda Sama-sama di Akhir Masa Kuliah, tapi Fungsinya Beda!
Ia mengajak semua wisudawan untuk terus “berlayar”, mengambil risiko, beradaptasi dengan perubahan, dan tidak takut menghadapi tantangan demi mencapai tujuan besar.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa harta karun terbesar bukan semata gelar atau penghargaan akademis, melainkan pertumbuhan pribadi, hubungan yang dibangun, dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.
Nah gimana nih pendapat para Nakama?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@nobelinstitute.id