Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 17:35 WIB

Kembar Anak Buruh Tani dan PRT “One Shoot” Tembus LPDP, Kini Resmi Kuliah Hukum di Melbourne

Author

Potret Desi Yunita­sari dan Devi Yusvita­sari. (Instagram/@visitwins)

INDOZONE.ID - Biasanya walaupun anak kembar tapi takdirnya pasti bakal beda-beda, tapi kali ini ada yang beda nih dari Desi Yunita­sari dan Devi Yusvita­sari. Anak kembar yang sama-sama berhasil jadi mahasiswa di University of Melbourne lewat beasiswa LPDP.

Sang ayah yang merupakan buruh tani dan ibu pekerja rumah tangga (PRT), gak menjadi penghalang untuk mereka bermimpi setinggi langit dan mencapainya.

Baca juga: Kisah Perjalanan Waitatiri Penulis The Missing Colors: Dari Korban Bullying Jadi Alumni UI dan Harvard

Mereka lolos beasiswa LPDP sekaligus dalam satu kali percobaan (one shoot), dengam program studi Master of Laws (LL.M.) di Melbourne Law School.

Dari SPG Setahun ke Podium Akademik

Latar belakang sederhana gak jadi penghalang. Setelah lulus SMA, Desi dan Devi gak langsung kuliah. Mereka mengambil gap year dan bekerja sebagai SPG selama setahun untuk membantu keuangan keluarga.

Ritme kerja berdiri berjam-jam di atrium mal, menabung rupiah demi rupiah, justru jadi pelatihan mental untuk mereka. Mulai dari disiplin, komunikasi, dan daya tahan. Begitu cukup modal secara finansial dan keyakinan barulah keduanya mendaftar ke perguruan tinggi.

Perjalanan S1 jauh dari kata mulus. Tugas menumpuk, biaya kuliah ketat, dan kompetisi akademik ketat menjadi menu harian. Tapi keduanya konsisten membangun portofolio aktif di kelas, rajin riset kecil, dan berburu peluang pendanaan.

Hasilnya, bukan hanya satu, melainkan sekitar enam beasiswa berhasil mereka kantongi selama S1. Mulai dari pendanaan Bank Indonesia, PPA, hingga program pertukaran mahasiswa dari Kemenristekdikti.

Rekor akademik juga rapih, Desi menutup S1 dengan IPK 3,95 dan Devi 3,96 dua-duanya tercatat sebagai lulusan terbaik di angkatan masing-masing.

LPDP “One Shoot”: Rencana yang Ditulis, Disiapkan, Dimenangkan dan Dijalankan

Ketika target LL.M. di luar negeri dipasang, eksekusinya tentu aja gak serba dadakan. Keduanya merapikan CV, menyusun rencana studi, mengumpulkan rekomendasi, serta menyiapkan dokumen seleksi LPDP.

Kartu Pelajar Devi dan Desi (Instagram/@visitwins)

Dua bulan pertama di Melbourne menjadi fase adaptasi yang tak bisa disepelekan. Cuaca yang bisa berubah empat musim dalam sehari, ritme membaca jurnal yang padat, serta kultur berdiskusi yang lugas menuntut kesiapan mental. 

Tapi keduanya menanggapi tantangan dengan membangun rutinitas membaca sebelum kelas, bergabung dalam kelompok belajar, dan menjaga kesehatan lewat olahraga ringan.

Bukan hanya bertahan, mereka justru mulai menorehkan jejak baru, tahun ini Desi dan Devi dipercaya menjadi presenter di sejumlah konferensi internasional dari kota Melbourne hingga panggung akademik di Swiss.

Baca juga: 4 Rekomendasi Beasiswa dari Pemerintah selain LPDP yang Bisa Jadi Pilihan, Cek di Sini!

Mereka mengingatkan kalau dukungan keluarga dalam bentuk doa, kejujuran kerja, dan teladan ketekunan adalah modal psikologis yang tak ternilai. Selain itu mimpi besar gak akan jatuh dari langit, tapi itu disusun dari keputusan sehari-hari yang berani.

Nah, langkah apa nih yang sudah kamu siapkan untuk masa depanmu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@kampunginggrism

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU