Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 17:49 WIB

Mengenal Perbedaan Instrumen Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif bagi Mahasiswa

Author

Ilustrasi (freepik.com)

INDOZONE.ID - Dalam menyusun skripsi atau penelitian ilmiah, pemilihan instrumen penelitian menjadi aspek yang sangat penting. Nah, dua pendekatan utama yang sering dipakai mahasiswa adalah kuantitatif dan kualitatif.

Keduanya memiliki karakteristik berbeda i memengaruhi tujuan penelitian, teknik pengumpulan data, sampai bentuk hasil yang diperoleh.

Baca juga: 4 Tips Menyusun Skripsi Biar Lolos Tanpa Banyak Revisi, Mahasiswa Akhir Wajib Tahu!

Nah, ini penjelasan perbedaan instrumen kuantitatif dan kualitatif yang perlu dipahami mahasiswa sebelum menentukan metode penelitian.

Perbedaan Instrumen Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

1. Tujuan Penelitian

Instrumen kuantitatif umumnya digunakan untuk mengukur variabel serta menguji teori atau hipotesis yang sudah ada. Penelitian ini berfokus pada hasil yang dapat dihitung secara objektif.

Sementara itu, instrumen kualitatif bertujuan untuk memahami makna, melakukan eksplorasi mendalam, serta membangun teori baru dari temuan di lapangan.

2. Contoh Instrumen

Pada penelitian kuantitatif, instrumen yang sering digunakan adalah kuesioner skala Likert, tes tertulis, observasi kuantitatif, sampai skala rating. Semua instrumen ini menghasilkan data numerik.

Sebaliknya, penelitian kualitatif mengandalkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, catatan lapangan, serta dokumen atau arsip. Data yang diperoleh biasanya berbentuk narasi, bukan angka.

3. Pendekatan Penelitian

Pendekatan kuantitatif bersifat deduktif, artinya berangkat dari teori kemudian diuji dengan data. Sementara itu, pendekatan kualitatif lebih induktif, yaitu dari data di lapangan dirumuskan menjadi konsep atau teori.

4. Sifat Instrumen

Instrumen kuantitatif bersifat terstandar dan dapat direplikasi. Artinya, penelitian bisa diulang dengan prosedur yang sama dan kemungkinan besar menghasilkan hasil serupa.

Instrumen kualitatif lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan situasi atau kondisi lapangan. Fleksibilitas ini memungkinkan peneliti menangkap detail yang lebih kaya dari responden.

5. Jumlah Responden

Kuantitatif memerlukan jumlah responden yang relatif besar, karena hasilnya ditujukan untuk generalisasi. Di sisi lain, kualitatif menggunakan jumlah responden yang lebih kecil, tetapi menggali informasi dengan lebih mendalam.

6. Bentuk Keluaran

Keluaran penelitian kuantitatif biasanya berupa statistik, grafik, dan tabel, yang menunjukkan hubungan antara variabel. Pada penelitian kualitatif, hasilnya berbentuk kutipan naratif, tema, hingga konsep yang menggambarkan pengalaman atau pandangan responden.

Nah, pemahaman pada perbedaan instrumen kuantitatif dan kualitatif sangat penting, supaya mahasiswa gak keliru dalam menentukan metode penelitian.

Baca juga: Lulus Kuliah Tanpa Skripsi? Coba Pilih Kampus Ini

Kuantitatif lebih tepat digunakan jika penelitian bertujuan menguji teori dengan data numerik, sedangkan kualitatif lebih sesuai untuk menggali makna dan memahami fenomena secara mendalam.

Nah, kalau kamu sudah mulai rencana nyusun skripsi, instrumen penelitian apa nih yang bakal dipakai?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@skripsikonsultan.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU