Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 20:43 WIB

Mahasiswa UNAIR Sabet Emas di Ajang WICE 2025 di Malaysia, Ciptakan Alat Deteksi CTS

Author

Tim mahasiswa UNAIR berfoto dengan peserta lain (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa lintas fakultas Universitas Airlangga (UNAIR) meraih prestasi di kancah internasional. Mereka tergabung dalam satu tim, lalu mendapatkan Gold Medal di ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025, yang digelar di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia.

Tim tersebut beranggotakan lima orang, antara lain Alia Dewi Kartika, Nithasya Rahma, dan Dinar Rheina Rassendria dari Teknik Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi. 

Baca juga: Salwa Nadia Maharani, Mahasiswi ITS yang Borong 5 Medali Catur di Pomnas XIX 2025

Lalu, ada Arfandi Qurrata’ain dan Doohan Hadinata Tedja dari Teknik Robotika serta Kecerdasan Buatan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin. Tim ini jadi satu-satunya perwakilan UNAIR pada kompetisi tersebut.

Alat Canggih Deteksi CTS

Pada kompetisi ini, mereka mengembangkan alat deteksi dini Carpal Tunnel Syndrome (CTS), berbasis sinyal elektromiografi (EMG) yang mereka namai PURE-it. Alat ini digabung dengan metode machine learning, supaya analisis lebih akurat.

Inovasi ini dapat membantu masyarakat untuk deteksi CTS lebih cepat, praktis, dan terjangkau. Dengan demikian, ini bisa jadi langkah preventif sebelum penyakit berkembang semakin parah.

Baca juga: Nggak Suka Jogging? Ketawa Bisa Jadi Olahraga Ringan buat Mahasiswa

Berawal dari Ngobrol Biasa

Perjalanan mereka berawal dari obrolan santai lintas jurusan, hingga akhirnya menemukan titik antara biomedis dan kecerdasan buatan. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk melakukan kolaborasi. 

Selama proses persiapan, mulai dari menyusun ide, membuat prototipe, hingga menyusun laporan presentasi mereka nikmati dengan baik. Akan tetapi, tantangan hadir saat prototipe belum sempurna meski sisa satu minggu menuju perlombaan. 

Namun, dengan komunikasi, koordinasi, dan semangat, mereka bisa menyelesaikan itu semua tepat waktu.

Baca juga: Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Belajar Komunikasi Publik di Mako Brimob Pabaeng-baeng

Salah satu perwakilan tim, Alia Dewi Kartika menyebut ajang ini menjadikan pengalaman luar biasa baginya.

“Rasanya campur aduk, awalnya ingin coba sesuatu di luar zona nyaman, ternyata justru membuka jalan sampai tingkat internasional. Bisa bertemu peserta dari berbagai negara dan belajar langsung dari inovasi mereka adalah pengalaman yang tak ternilai,” ungkapnya.

Pengalaman Luar Biasa

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi di Kejuaraan Presentasi Bahasa Jepang se-Jawa Timur

Selama jalannya perlombaan, tim UNAIR mempresentasikan inovasi PURE-it di depan juri internasional. Mulai dari konsep, cara kerja prototipe, serta upaya pengembangan alat di masa depan. Mereka saling berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan peserta dari banyak negara.

Pengalaman ini bukan sekadar mendapatkan medali, tapi juga keberanian untuk mengambil sebuah kesempatan.

“Ikut lomba internasional bukan soal siapa yang paling jenius, tapi siapa yang berani mencoba. Jangan tunggu semuanya sempurna dulu, langsung melangkah saja. Percayalah, setiap langkah kecil bisa jadi awal yang besar,” pungkas Alia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU