INDOZONE.ID - Menjadi pemimpin di dunia kampus, baik dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kelompok belajar, gak hanya soal memberi arahan. Lebih dari itu, pemimpin punya peran menciptakan ruang kolaborasi yang sehat dan mendorong anggotanya berkembang.
Namun, gak sedikit pemimpin yang tanpa sadar punya kebiasaan justru menghambat jalannya tim. Ini 7 kebiasaan pemimpin yang menghambat kinerja tim kampus!
7 Kebiasaan Pemimpin yang Menghambat Kinerja Tim di Kampus
Baca juga: Diremehin? Ini Dia Tips Stoik untuk Anak Kampus yang Mau Tahan Banting
1. Rapat Terlalu Sering atau Panjang
Rapat memang penting untuk menyamakan arah, tapi jika terlalu sering atau terlalu panjang tanpa fokus, justru membuat energi tim terkuras sebelum eksekusi dimulai. Mahasiswa akhirnya kehilangan semangat dalam menjalankan tugas.
2. Kurang Percaya pada Tim dalam Mendelegasikan Tugas
Di kepanitiaan kampus, sering ditemui pemimpin yang ingin mengendalikan semua hal. Padahal, membagi tanggung jawab adalah kunci membangun rasa percaya dan melatih kemampuan anggota tim untuk berkembang.
3. Enggan Mendengarkan Secara Aktif
Kebiasaan gak mendengarkan ide anggota hingga selesai, membuat komunikasi terhambat. Dalam kehidupan kampus, ide kreatif sering muncul dari berbagai anggota tim. Jika gak dihargai, potensi besar bisa saja terlewatkan.
4. Terjebak pada Detail yang Tidak Substansial
Perhatian terhadap detail itu baik. Akan tetapi, jika berlebihan pada hal-hal kecil yang kurang penting, strategi besar justru terabaikan. Akibatnya, arah kegiatan bisa kabur dan target utama gak tercapai.
5. Minim Apresiasi
Mahasiswa yang bergabung dalam organisasi kampus, sering bekerja dengan sukarela. Ketika usaha mereka gak mendapat penghargaan, semangat untuk berkontribusi akan menurun. Apresiasi sederhana mampu menjaga motivasi tim tetap terjaga.
6. Takut Menghadapi Perubahan
Kegiatan kampus menuntut kreativitas dan pembaruan agar tetap relevan. Pemimpin yang terlalu nyaman dengan cara lama, bisa membuat tim tertinggal. Padahal, inovasi merupakan ruang belajar penting bagi mahasiswa.
7. Tidak Memberikan Ruang Mandiri kepada Tim
Anggota tim yang hanya menunggu arahan, gak akan berkembang. Pemimpin yang efektif, justru memberikan ruang untuk berinisiatif, mencoba, bahkan belajar dari kesalahan.
Dari sinilah, lahir generasi mahasiswa yang lebih tangguh. Kepemimpinan di kampus adalah salah satu persiapan diri untuk menghadapi dunia kerja.
Baca juga: 7 Tips untuk Mahasiswa Biar Setiap Semester Bisa Dipakai Dengan Efektif dan Lulus Cumlaude!
Nah, tujuh kebiasaan ini bisa jadi pengingat, bahwa keberhasilan tim gak hanya bergantung pada visi, tetapi juga gaya kepemimpinan yang membangun.
Jika kamu sekarang mengembang tanggung jawab sebagai pemimpin, apakah sudah mampu menjadi penggerak yang mendorong tim berkembang, atau justru tanpa sadar menjadi penghambat?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@kreatifsociety